• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Jakarta

Foke Harus Jelaskan Alasan Gagal Atasi Macet

Rabu, 1 Agustus 2012 18:41 WIB
Foke Harus Jelaskan Alasan Gagal Atasi Macet
net
Macet

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengadilan Jakarta Pusat menerima gugatan kemacetan di Jakarta yang diajukan oleh dua orang warga bernama Agustinus Dawarja dan Ngurah Aditya.

Sebagai orang nomor satu di Jakarta, Gubernur DKI Fauzi 'Foke' Bowo harus menjelaskan alasan mengapa Jakarta masih macet untuk menghadapi gugatan tersebut.

Pengamat perkotaan Yayat Supriatna, menuturkan Pemprov DKI dan pemerintah pusat harus menjelaskan kegagalan mereka dalam mengatasi kemacetan. Menurutnya diterimanya gugatan kemacetan Jakarta menjadi dasar hukum dari kewajiban tersebut.

"Gubernur DKI Jakarta harus jelaskan alasan kegagalannya mengatasi kemacetan. Diterimanya tuntutan itu yang menjadi dasarnya. Selain itu, ada sejumlah alat bukti yang mungkin bisa diajukan dalam gugatan tersebut," ujar Yayat, Rabu (1/8/2012) dalam keterangan persnya.

Menurutnya alat bukti itu dapat berupa kegagalan Pemprov DKI dan sejumlah kementerian dalam menjalankan 17 perintah Wapres mengatasi kemacetan. Khusus untuk tingkat Jakarta, lanjutnya, kegagalan Foke dalam menjalankan Perda nomor 103 tahun 2007 tentang Pola Transportasi Makro bisa dijadikan alat bukti yang kuat.

"Dalam Perda tersebut jelas disebutkan Pemprov DKI harus menyelesaikan sejumlah transportasi massal yang telah ditentukan tenggat waktunya. Misalnya, 15 koridor busway tahun 2010 selesai, tapi nyatanya tidak. Begitu juga monorel yang saat ini tidak jelas kemana arahnya," paparnya.

Sebelumnya, dikarenakan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menerima gugatan kemacetan Jakarta tersebut, maka Foke dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus bisa memberikan argumen mengapa Jakarta macet. Jika tidak, maka hakim akan menghukum SBY dan Foke untuk membuat kebijakan menanggulangi macet.

Dalam putusan pada Selasa 31 Juli 2012, majelis mengakui bahwa sistem hukum Indonesia memang tidak mengenal gugatan citizen law suit (CLS). Namun, pengadilan tidak boleh menolak suatu perkara dengan alasan tidak ada dasar hukumnya.

Ayo Klik:

Penulis: Danang Setiaji Prabowo
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
785502 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas