• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Jakarta

Membicarakan SARA Bukan Berarti Menghina

Rabu, 1 Agustus 2012 15:18 WIB
Membicarakan SARA Bukan Berarti Menghina
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Anggota KPU Provinsi DKI Jakarta, Sumarno, Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta, Dahliah Umar, Aminullah,Suhartono, dan Jamaluddin Faisal Hasyim (ki-ka), saat rapat pleno penyusunan dan penetapan rekapitulasi jumlah daftar pemilih tetap Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sabtu (2/6/2012). Dalam rapat pleno tersebut jumlah DPT ditetapkan sebanyak 6.982.179 pemilih. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

Laporan dari Pradita Seti Rahayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Kelompok Kerja (Pokja) bidang Kampanye, Suhartono, mengatakan membicarakan isu SARA bukan berarti menghina. Ia menilai, masyarakat harus lebih dewasa dalam menyikapi penggunaan isu tersebut.

Masyarakat pun tak perlu cepat menilai sebuah pembicaraan SARA adalah bentuk penghinaan menurut pria berkacamata ini.

"Dalam masa kampanye, orang boleh membicarakan SARA. Tapi, tidak boleh menghina," kata Suhartono ketika ditemui di kantornya, Rabu (1/8/2012).

Suhartono juga menyatakan, yang menilai tindakan penggunaan isu SARA yang mengandung penghinaan adalah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu).

"Seberapa jauh derajat penghinaan itu saya pikir kapasitasnya panwaslu," kata Suhartono.

Dengan kedewasaan terhadap isu ini, masyarakat bisa lebih fokus ke Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Ia juga mengatakan, masyarakat bisa lebih fokus menilai visi dan misi yang dibawa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

"Menilai, apakah pasangan calon gubernur bisa menyelesaikan masalah yang dipunya oleh Jakarta," kata Suhartono.

Ayo Klik:

Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
784552 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas