Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jakarta

Panwaslu Selidiki Peran Rhoma Irama Gunakan Isu SARA

Rabu, 1 Agustus 2012 12:33 WIB

Panwaslu Selidiki Peran Rhoma Irama Gunakan Isu SARA
tribunnews.com
Rhoma Irama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta sedang menyelidiki kasus dugaan penggunaan isu SARA (Suku Agama Ras Antar Golongan) yang dilakukan Rhoma Irama, anggota tim kampanye Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli.

Raja dang dut tersebut diberitakan menyatakan membenarkan penggunaan isu SARA dalam kampanye saat memberikan ceramah sholat tarawih di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu, (29/7) lalu.

"Pertama kita mau lengkapi bukti, dan sudah dapatkan video durasi tujuh menit. Kedua kita lagi mencari saksi-saksi yang menyaksikan langsung,"  ," ujar Ramdansyah Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Rabu (1/8/2012).

"Ketiga, kami akan gelar perkara untuk merekonstruksi kejadian. Keempat untuk melengkapi fakta terlapor akan kami panggil yang bersangkutan," katanya lagi.

Sebenarnya, kata Ramdansyah, isu SARA tidak masalah sejauh penggunannya tidak berada di wilayah pribadi.

Namun, jika keluar zona tersebut, dan masuk ke ranah publik, maka hal tersebut masuk kategori kampanye hitam. Jika terbukti, maka pihak terlapor bisa dipidanakan.

"Pasal 78 butir b, yang menyatakan dilarang menghina suku, agama, ras dan antargolongan. Dan 78 butir c yang menyatakan larangan untuk menghasut. Pidana kurungan maksimal 18 bulan atau denda maksimal Rp 6 juta rupiah," tegasnya.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas