• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Jakarta

Penipu Rp 2 Miliar Dicegat di Jembatan

Rabu, 1 Agustus 2012 09:13 WIB
Penipu Rp 2 Miliar Dicegat di Jembatan
IST
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM,SUMEDANG-– Berakhir sudah petualangan Dedi Rosadi alias Asep Sandul (44).

Pelaku penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sampai motor dan mobil senilai Rp 2 miliar itu dicegat polisi di jembatan Sungai Cipeles batas Kelurahan Pasanggrahan Baru dengan Desa Girimukti, Sumedang, Jawa Barat.

Dia tak bisa kemana-mana setelah mobilnya dihalangi mobil polisi. Selain menipu 28 orang tenaga kerja asal Cimalaka sebesar Rp 755 juta, pelaku juga menipu dengan cara menjual mobil dan mengambil uang dari korban sementara mobilnya tak diserahkan.

"Pelaku masuk daftar pencarian orang sejak 2009 lalu karena terlibat serangkaian penipuan tenaga kerja, motor sampai penipuan mobil dengan total kerugian korban mencapai Rp 2 miliaran," kata Kasatreskrim AKP Suparma di Mapolres, Selasa (31/7/2012).

Di hadapan polisi, Asep mengaku ditangkap saat dirinya hendak buka puasa. "Saya mau menjual motor ke Sumedang tapi tiba-tiba ada yang mengadang dan ternyata polisi," kata Asep Sandul di ruang Ranmor Reskrim Polres Sumedang.

Warga Babakan Bandung, Desa Situraja Utara, Kecamatan Situraja ini menjadi buronan sejak 2009 karena dilaporkan korban penipuan. Pelaku yang pernah beristri sebanyak sebelas kali dan mempunyai lima anak ini kerap berpindah alamat dan terakhir mengaku tinggal di Jalan Taman Jaya, Cipanas, Cianjur.

"Saya menjanjikan bisa menjadi CPNS di berbagai dinas Pemprov Jabar dan meminta uang pelicin Rp 25 juta-Rp 30 juta," kata pelaku yang berbadan gempal ini. Pelaku yang pernah dibui dalam kasus penipuan ini mengaku berhasil mengumpulkan uang dari 28 korban itu mencapai Rp 755 juta.

"Ya, sekitar tiga bulan sejak Oktober 2007, uang dari korban berhasil dikumpulkan ada yang bayar Rp 25 sampai 30 juta. Uang itu disetorkan lagi ke orang di Gedung Sate Rp 15 juta per orang dan saya dapat Rp 10 juta," katanya.

Asep baru diburu setelah korbannya sadar telah ditipu. Meski sudah membayar, tapi mereka tak pernah menjadi CPNS dan tenaga kerja kontrak (TKK) di berbagai dinas instansi Pemprov Jabar itu menagih ke pelaku. "Uang dari korban itu dipakai untuk membangun dua rumah di Situraja," katanya. TRIBUN JABAR

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
783302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas