• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Tribun Jakarta

Nasib Tujuh Siswa Don Bosco Tunggu Penilaian Psikolog

Sabtu, 4 Agustus 2012 23:45 WIB
Nasib Tujuh Siswa Don Bosco Tunggu Penilaian Psikolog
TRIBUNNEWS.COM/BAHRI KURNIAWAN
Spanduk Anti Bullying

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan, untuk sementara bakal mengembalikan tujuh siswanya kepada pihak keluarga, menyusul aksi bullying yang dilakukan kepada adik kelasnya.

Manajer Pendidikan Yayasan Pondok Indah Don Bosco Ibnoe Markatab mengatakan, siswanya yang kini menyandang kasus tersangka pengeroyokan, akan didampingi ahli dan psikolog, sebelum bisa bersekolah kembali.

"Dikeluarkan atau tidak, kami lihat proporsinya. Kalau nanti psikolog sudah mengatakan kembali normal dan bisa diperbaiki, kenapa harus dikeluarkan?" ujar Ibnoe di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (4/8/2012).

Para siswa itu, lanjutnya, juga menjalani hukuman berupa skors dari sekolah selama sepekan. Dalam pengawasan orangtua dan bimbingan dari psikolog serta ahli, ketujuh siwa Don Bosco nantinya mendapatkan penilaian kelayakan, untuk mengetahui apakah bisa kembali bersekolah atau tidak.

"Bagaimana Kak Seto menginformasikan pada kami. Oh, anak ini sudah tidak bisa kembali (sekolah). Karena, kalau anak sudah tidak bisa kembali, itu bukan ranah kami lagi, tapi ranah pak polisi. Kalau psikolog menginformasikan seperti itu, ya dikeluarkan," paparnya.

Kasus bullying di SMA Don Bosco terungkap, setelah adanya laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2012) malam.

Seorang siswa baru di Don Bosco melaporkan telah dianiaya oleh beberapa kakak kelasnya. Laporan juga melampirkan hasil visum, yang memperlihatkan adanya luka sundutan dan memar pada tubuh korban.

Aparat Polres Jakarta Selatan kemudian menindaklanjuti laporan, sampai akhirnya ditetapkan tujuh tersangka yang berasal dari siswa kelas tiga SMA Don Bosco, dan satu orang yang merupakan mantan siswa sekolah yang drop out.

Para tersangka akan dijerat pasal 170 KUHP mengenai perusakan dan pengeroyokan, dengan ancaman hukuman lima tahun enam bulan. Serta, pasal 80 UU Perlindungan Anak No 23/2002, dengan ancaman hukuman 3-5 tahun penjara. (*)

BACA JUGA

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
795972 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas