• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Pendidikan Harus Kedepankan Etika Ketimbang Iptek

Sabtu, 4 Agustus 2012 22:47 WIB
Pendidikan Harus Kedepankan Etika Ketimbang Iptek
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam pembangunan sumber daya manusia.

Baik dalam transfer ilmu pengatahuan maupun watak. Yang paling utama dari hakikat pendidikan adalah, membentuk manusia yang beretika dan memiliki nilai estetika.

Kasus bullying yang terjadi di SMA Don Bosco menjadi sebuah pelajaran bagi dunia pendidikan di Indonesia bila sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mengkedepan nilai-nilai etika dan estetika kepada muridnya dibandingkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek).

"Isi penddikan yang utama adalah etika, Iptek itu nomor tiga yang penting itu etika dan budi pekerti, kedua estika, dan ketiga Iptek," ungkap Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi atau akrab dipanggil Kak Seto saat ditemui seusai menghadiri mediasi keluarga korban dan pelaku bullying SMA Don Bosco Jakarta di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (4/8/2012).

Menurut Seto ada sesuatu yang keliru dari sitem pendidikan saat ini, tanpa kita sadar bullying banyak dibiarkan selama ini. "Beberpa sekolah ada bullying tapi sekolah tidak menyadari itu adalah bullying," ucapnya.

Aktivis anak ini pun mencontohkan, berdasarkan penelitian di Jawa Barat ada sekitar 60 persen SD melakukan bulkying, tetapi tidak disadari guru dan orangtua.

"Jadi tadi menguitip pernyataan Kapolda bahwa polisi adalah tugasnya melayani masyarakat, tetapi orantua mengawasi putra putrinya dan guru disekolah mengawasi murid-muridnya," ungkap Seto.

Kedepan, guru dan orang tua harus mengembangkan komunikasi yang efektif, supaya para anak-anak yang sekolah bisa terkontrol.

"Mereka jangan jadi pembohong karena orangtua tidak tahu, tetapi mereka harus dekat dengan orangtua dan guru sehingga apapun juga bisa termonitor dengan baik," katanya menutup pembicaraan.

Kasus bullying yang terjadi di SMA Don Bosco Jakarta terungkap setelah adanya laporan yang masuk ke Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (25/7/2012) malam.

Dalam laporan tersebut seorang siswa baru di Don Bosco melaporkan bahwa ia dianiaya oleh beberapa orang yang merupakan kakak kelasnya.

Dalam laporan tersebut juga dilampirkan hasil visum yang memperlihatkan adanya luka sundutan dan memar pada tubuh korban.

Kemudian Polres Jakarta Selatan menindaklanjuti laporan tersebut sampai akhirnya ditetapkan tujuh tersangka yang berasal dari siswa kelas tiga SMA Don Bosco Jakarta, dan satu orang yang merupakan mantan siswa sekolah tersebut yang di drop out.

Para tersangka akan dijerat Pasal 170 KUHP mengenai pengerusakan, pengeroyokan dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan, serta pasal 80 UU Perlindungan anak No.23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman 3-5 tahun penjara.

Berita Terkait: Bullying di SMA Don Bosco
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Rachmat Hidayat
0 KOMENTAR
795862 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas