• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jakarta

Patroli Antisipasi Penembakan Halte Transjakarta

Senin, 6 Agustus 2012 09:20 WIB
Patroli Antisipasi Penembakan Halte Transjakarta
triibunnews.com/wahyu aji
Seseorang menunjukkan luka tembak pada halte Transjakarta

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Sebagai antisipasi adanya penembakan terhadap halte busway, seperti yang terjadi pada beberapa halte busway, Sabtu (4/8/2012) pukul 23.00 WIB yang ditembak oleh seseorang, nantinya polisi akan memperketat patroli.

"Untuk pengamanan agar tidak terjadi hal serupa, kepolisian tidak akan menempatan khusus petugas, tapi kami akan tingkatkan patroli," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Senin (6/8/2012).

Dikatakan Rikwanto, kepolisian hanya akan meningkatkan patroli. Polisi berharap sekuriti setempat bisa lebih mendalami tentang apa yang menjadi ruang lingkup penjagaannya agar apabila terjadi sesuatu bisa cepat melaporkan atau bisa mengetahui ciri-ciri pelaku.

"Patroli kami akan lebih intensif memantau halte-halte di jam-jam rawan. Saya harap, kejadian seperti ini tak terulang lagi. Karena, siapapun pelakunya pasti akan berhadapan dengan hukum," tegas Rikwanto.

Rikwanto pun mengimbau pada masyarakat, agar tidak terulang kejadian serupa." Jangan melakukan tindakan-tindakan yang tidak bertanggungjawab seperti merusak peralatan umum, nanti akan berhadapan dengan hukum," ujar Rikwanto.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sabtu malam, (4/8/2012) lima halte Transjakarta ditembaki oleh orang tak dikenal. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Dan atas penembakan tersebut, TransJakarta mengalami kerugian Rp 20 juta. Pelaku penembakan melepaskan pelurunya di Halte Pancoran Tugu, Halte Cikoko Stasiun Cawang arah Pinang Ranti, dua Halte Cawang Ciliwung dan Halte Tebet BKPM.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sebutir gotri (logam bulat kecil) dari TKP penembakan halte busway Cawang Ciliwung. Dari logam sejenis gotri itu nantinya bisa diketahui asal indikasi tembakan, bisa dari senapan angin atau air soft gun.

Kemudian, dari keterangan dua satpam di lokasi kejadian yakni Syarif dan Sarwani, diketahui saat kejadian hanya terdengar suara hentakan seperti senapan angin atau soft guns. Kemudian pelaku berlalu dan sejumlah kaca di halte busway pecah.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
799101 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas