Senin, 26 Januari 2015
Tribun Jakarta

MUI: Jangan Kampanye SARA, Publik Bebas Memilih

Rabu, 8 Agustus 2012 19:24 WIB

MUI: Jangan Kampanye SARA, Publik Bebas Memilih
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
M Amidhan Ketua MUI

Menurut Ketua MUI, KH Amidhan, umat Islam memang diserukan memilih pemimpin seiman. Umat Islam juga dilarang mendukung pemimpin yang berbeda akidah.

"Namun kalau kita dihadapkan dengan sosok nonmuslim yang adil dan sosok muslim yang zalim, tentunya kita harus mendukung dan memilih yang adil, meski dia seorang nonmuslim. Ini hanya misalkan ada fenomena seperti itu," tegas KH Amidhan di Jakarta, Senin (6/8) lalu.

Kiai Amidhan berpendapat, apa yang disampaikan Rhoma hanya sebatas ceramah agama biasa yang berlandaskan kitab suci. "Si penceramah berhak mengangkat topik apapun untuk dibahas," tuturnya.

Kendati demikian, KH Amidhan mengimbau semua pihak agar tidak berkampanye dengan membawa unsur SARA. Alasannya, Indonesia merupakan negara demokrasi, bukan negara Islam.

"Jadi publik bebas memilih siapapun secara langsung, umum, bebas dan rahasia," seru KH Amidhan.

Panwaslu DKI kemarin memeriksa Rhoma Irama sebagai terlapor dugaan pelanggaran SARA atas ceramahnya di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, sebelum salat Tarawih, pekan lalu. Raja Dangdut ini diperiksa sekitar satu jam, dan dicecar 38 pertanyaan.

Menurut Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, Rhoma baru melihat tayangan video saat ia di masjid secara utuh tadi dalam pemeriksaan. Sebelumnya Rhoma hanya melihat sepenggal-sepenggal.

Halaman12
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas