• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribun Jakarta

MUI: Jangan Kampanye SARA, Publik Bebas Memilih

Rabu, 8 Agustus 2012 19:24 WIB
MUI: Jangan Kampanye SARA, Publik Bebas Memilih
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
M Amidhan Ketua MUI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA--Raja Dangdut Rhoma Irama perlu menangis usai diperiksa sekitar sejam oleh penyidik Panwaslu Pilgub Jakarta, Senin (6/8). Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Amidhan pun mengapresiasi kebenaran seruan Rhoma tentang memilih pemimpin seiman, namun pengecualiannya nonmuslim yang adil.

Menurut Ketua MUI, KH Amidhan, umat Islam memang diserukan memilih pemimpin seiman. Umat Islam juga dilarang mendukung pemimpin yang berbeda akidah.

"Namun kalau kita dihadapkan dengan sosok nonmuslim yang adil dan sosok muslim yang zalim, tentunya kita harus mendukung dan memilih yang adil, meski dia seorang nonmuslim. Ini hanya misalkan ada fenomena seperti itu," tegas KH Amidhan di Jakarta, Senin (6/8) lalu.

Kiai Amidhan berpendapat, apa yang disampaikan Rhoma hanya sebatas ceramah agama biasa yang berlandaskan kitab suci. "Si penceramah berhak mengangkat topik apapun untuk dibahas," tuturnya.

Kendati demikian, KH Amidhan mengimbau semua pihak agar tidak berkampanye dengan membawa unsur SARA. Alasannya, Indonesia merupakan negara demokrasi, bukan negara Islam.

"Jadi publik bebas memilih siapapun secara langsung, umum, bebas dan rahasia," seru KH Amidhan.

Panwaslu DKI kemarin memeriksa Rhoma Irama sebagai terlapor dugaan pelanggaran SARA atas ceramahnya di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, sebelum salat Tarawih, pekan lalu. Raja Dangdut ini diperiksa sekitar satu jam, dan dicecar 38 pertanyaan.

Menurut Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah, Rhoma baru melihat tayangan video saat ia di masjid secara utuh tadi dalam pemeriksaan. Sebelumnya Rhoma hanya melihat sepenggal-sepenggal.

"Kita tayangkan penuh karena kita secara materi harus ditayangkan. Hasilnya, ada beberapa materi yang tak bisa diungkap, tapi yang jelas kami merasa senang karena Bang Haji (Rhoma) berkenan hadir untuk dimintai keterangan," kata Ramdansyah.

Selain memeriksa Rhoma sebagai terlapor, Panwaslu akan memeriksa pengurus masjid setempat. "Kami telah undang pengurus masjid, kemarin jamaah masjid, dan Jumat lalu sudah kita panggil orang yang dirugikan, yaitu tim kampanye Jokowi," katanya.

Siang tadi, Panwaslu DKI mengagendakan memanggil tim Foke-Nara, karena Rhoma dinilai adalah bagian tim kampanye Foke.

"Tentu harus kita lengkapi, apakah fakta ini unsurnya SARA, atau kampanye di luar jadwal, atau kampanye di tempat ibadah. Ini masih perlu waktu, karena pemeriksaan baru mulai Selasa lalu," tutur Ramdansyah.

Berita TerkaitPemilihan Gubernur DKI
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
2 KOMENTAR
809612 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Muiin-Kamis, 9 Agustus 2012 Laporkan
    Bang Muiin kali ini lumayan intelek nih, nggak seperti biasanya..
  • Anti_SARA_Demen_SARAH-Rabu, 8 Agustus 2012 Laporkan
    Naaaahh ini Kiayi Yg Benar......!!! kami setuju pendapat kiayi....
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas