• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jakarta

Panwaslu: Video Foke Belum Tentu Pelanggaran Pilkada

Kamis, 9 Agustus 2012 10:05 WIB
Panwaslu: Video Foke Belum Tentu Pelanggaran Pilkada
TRIBUNNEWS.COM/BAHRI KURNIAWAN
Foke mengunjungi korban kebakaran di Kelurahan Karet Tengsin, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (7/8/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Video Fauzi Bowo yang beredar di Youtube, tidak serta merta masuk dalam kategori tindak pidana pemilukada.

Menurut Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta Ramdansyah, suatu tindakan masuk dalam tindak pidana pemilukada, bila disebutkan dalam UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya pasal ancaman 116 sampai 120.

"Paslon (pasangan calon) atau tim kampanye dapat melakukan kegiatan keseharian, atau dapat saja melakukan kegiatan politik atau menyampaikan statement politik, selama tidak mengajak untuk memilih yang bersangkutan dan menyampaikan misi/visi," ujar Ramdansyah melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Kamis (9/8/2012).

Meski statement politik keluar dari fatsun politik, tidak otomatis menjadi pelanggaran pemilukada.

"Komunikasi politik yang tidak tepat dengan membuat kalimat sumir (rancu) kepada masyarakat, dapat saja dikategorikan pelanggaran etika dalam politik," jelasnya.

Namun, Ramdan menegaskan, hal tersebut baru masuk ranah Panwaslu ketika berkampanye di luar jadwal, yang semua unsurnya terpenuhi.

Diberitakan sebelumnya, dalam video yang beredar di Youtube, Foke saat mengunjungi korban kebakaran sempat mengucapkan, "Sekarang lo nyolok siapa? Kalo nyolok Jokowi mah bangun di Solo aja sono!" (*)

BACA JUGA

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
811152 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas