Sabtu, 31 Januari 2015
Tribun Jakarta

PKS Bergabung, Duet Foke-Nara Tetap Keropos

Sabtu, 11 Agustus 2012 20:25 WIB

PKS Bergabung, Duet Foke-Nara Tetap Keropos
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Cagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo, dan Cawagub Nachrowi Ramli, bersama Presiden PKS, Luthfi Hasan (ki-ka), saat menghadiri acara pendeklarasian dukungan Partai Keadilan Sejahtera kepada pasangan Foke-Nara dalam Pilkada DKI putaran kedua, di Kantor PKS, Jakarta, Sabtu (11/8/2012). Setelah calonnya gagal melaju ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, PKS akhirnya menjatuhkan pilihan mendukung pasangan Foke-Nara, alih-alih mendukung pasangan Jokowi-Ahok. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) resmi mendukung pasangan kandidat gubernur Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli. Masuknya PKS kian melengkapi kekuatan duet tersebut menjelang pilkada DKI putaran kedua.

Namun, meski PKS sebagai partai peraih suara terbanyak di Jakarta bergabung diprediksi koalisi bentukan Foke itu tetap keropos.

"Dalam konteks realitas pilkada, terbuka lebar juga langkah koalisi ini keropos. Maksud saya, basis konstituen tidak lagi loyal terhadap partai melainkan pada figur yang dianggap menjadi icon harapan mereka. Elite parpol juga menurut saya tidak akan all out memperjuangkan Foke-Nara, karena bisa jadi 'sense of belonging' di antara partai-partai dengan Foke-Nara tidak terbangun sungguh-sungguh,"ujar Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto kepada Tribunnews.com, Sabtu (11/8/2012).

Tidak hanya itu, menurut Gun Gun, sangat mungkin muncul stigma kuat di masyarakat bahwa langkah Foke ini menjadi strategi elitis. Dia akan terbebani hutang budi pada banyak 'investor politik' dalam pilkada, sehingga ekspektasi warga DKI pemimpin ke depan tidak akan terwujud.

Gun Gun mengatakan koalisi besar tersebut juga tidak lantas membuat posisi Foke-Nara mudah memenangkan pertarungan. Justru bisa saja, koalisi itu menjadi blunder politik juga bagi Foke-Nara.

"Sejak awal kan saya sudah memprediksi di level elite partai tentu pasangan Foke-Nara akan sangat ngotot menerapkan strategi penguasaan partai-partai dengan konsep 'blocking partai' seperti yang pernah dilakukan Foke-Prijanto pada Pilkada DKI 2007. Foke-Nara secara intensif melobi dan melakukan negosiasi guna membangun koalisi besar.  Dalam skema ini PKS, PPP, Demokrat, Golkar, PKB dan PAN  merapat ke kubu Foke-Nara,"jelasnya.

Peran para elite Dewan Pengurus Pusat (DPP) partai masing-masing lanjut Gun Gun sepertinya lebih mudah memberi endorsement ke Foke-Nara. Dukungan partai-partai koalisi pendukung pemerintahan SBY ini diprediksi lebih mudah menyatu dengan Foke-Nara bukan karena kesamaan platform,terlebih ideologi, melainkan lebih karena alasan taktis-pragmatis,yakni pertimbangan elektoral 2014.

Halaman12
Penulis: Willy Widianto
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas