• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Jakarta

UMN Pionir Bangunan Double Skin Hemat Energi

Kamis, 6 September 2012 20:57 WIB
UMN Pionir Bangunan Double Skin Hemat Energi
Kompas.com
Rencana Lima Menara Baru Kampus UMN di Serpong, Tangerang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menjadi pionir dalam penggunaan konsep double skin. Teknologi ini memungkinkan tower gedung hemat energi sampai 30 persen berkat pemaksimalan penggunaan cahaya secara alami.

"UMN sebagai pionir dalam penggunaan konsep double skin" ujar Arsitek Budiman Hendropurnomo sebagai pendisain New Media Tower, gedung hemat energi, dalam press briefing UMN di Hotel Santika, Jakarta, Kamis (6/9/2012).

Konsep duble skin yang dipakai UMN, unit bisnis kelompok Kompas Gramedia, untuk menutupi ruang-ruang laboratorium dan kuliah yang baru di Serpong, tangerang, Banten.

Ia menjelaskan, teknologi serupa digunakan di gedung perkantoran Allianz Tower yang terdapat di Jalan Rasuna Said Kuningan, dapat mengurangi pemakaian energi sebanyak 30 persen dengan memakai advance double glazed facade. Pada proyek Medialand, New Media Tower ini dibuat kulit luar gedung menjadi dua lapis.

"Lapisan paling luarnya menggunakan lembaran aluminium yang diberi lubang-lubang sebanyak 50 persen saja dari luasan kulit. Sehingga sinar matahari yang masuk terkontrol dan dikurangi setengahnya," kata Budiman  mengenai bangunan baru Kampus UMN yang luas bangunan towernya sendiri 32.600 meter persegi.

Lanjutnya, jendela kaca clear diposisikan sebagai kulit dalam yang bisa dibuka tutup sesuai kebutuhan cross ventilasi.

Kulit rangkap dua ini manfaatnya berlipat ganda. Selain untuk mengurangi panas matahari yang masuk dan mengurangi penggunaan akan AC, pun bertujuan memberikan fleksibilitas kalau diperlukan natural cross ventilation.

Bukan itu saja, semua koridor dan ruang duduk cukup dengan ventilasi natural. "Hanya ruang kelas yang diberi AC," kata dia.

Di antara kedua kulit diberikan jarak 70 sentimeter untuk mempermudah pembersihan kacanya. Shading 50 persen juga berarti tidak diperlukannya horizontal blinds di tiap jendela.

Gedung berbentuk oval telur ini, menggunakan konsep pencahayaan alami untuk di kelas-kelas, ruang-ruang publik dan basement. Konsep ventilasi alami juga diterapkan untuk memaksimalkan opening di ruang-ruang publik, koridor dan basement. Pun menggunakan open space, yakni memaksimalkan ruang-ruang terbuka publik.

Terkait sisi estetik bangunan ini memang pada akhirnya bentuk oval telur ini seakan keluar dari bukit-bukit miring memberikan suatu komposisi yang lembut dan cukup menarik. Sebuah gedung yang berkelanjutan dan hemat energi. Kampus UMN memperhatikan lingkungannya dan mengurangi pemakaian energi secara maksimal.

Pengembang Medialand, anak perusahaan Kompas Gramedia merencanakan membangun lima menara baru kampus Universitas Multimedia Nusantara (UMN) di kawasan Serpong, Tangerang, Banten. Pemancangan tiang pertama dilakukan hari Jumat (29/4/11).

Pembangunan lima menara, dan masing-masing menara terdiri atas 15 lantai. Kampus baru akan dilengkapi dengan Convention Center berkapasitas 5.000 orang. Ruangan kuliah dalam satu menara akan menggunakan sembilan lantai yang setara dengan 120 kelas, yang sanggup menampung 6.000 mahasiswa sekaligus.

Pembangunan ini menggunakan sistem jacking pile sehingga tidak menimbulkan suara gaduh pada saat jam belajar mahasiswa. Menara kampus baru UMN dibangun ramah lingkungan, dan efisien dalam penggunaan energi. AC hanya dipasang di dalam kelas dan di lobi. Sebagian besar gedung baru memanfaatkan ventilasi alami. Selain itu, gedung ini sebagian besar ditutupi tanaman, bahkan tanaman besar menembus atap. (tribunnews.com/srihandriatmo malau)

BERITA TERKINI:


Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Domu D. Ambarita
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
903302 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas