Minggu, 23 November 2014
Tribun Jakarta

Kampanye di Penjaringan, Jokowi Disawer Duit Recehan

Sabtu, 15 September 2012 16:14 WIB

Kampanye di Penjaringan, Jokowi Disawer Duit Recehan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok), memaparkan program apabila terpilih, saat acara debat Pilkada putaran kedua di Hotel Grand Melia, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/2012). Debat ini diadakan untuk mengetahui program dan pengetahuan calon jika terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/HERUDIN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Biasanya calon pejabat yang memberikan uang kepada rakyat agar terpilih dalam suatu pencalonan. Kali ini rakyat yang ganti memberikan uang kepada calon gubernur.

"Biasanya calon yang memberikan uang. Kalau jadi minta kembalian. Kali ini rakyat yang memberikan uang," ujar Jokowi ketika menerima uang warga sejumlah Rp 1.333.000.

"Saweran dari warga, seribu atau dua ribu. Akan disimpan Jokowi. Nanti akan dikembalikan dengan cara yang lain, seperti pemberian modal usaha, pengelolaan Pedagang Kaki Lima (PKL)," ujar Jokowi ketika menerima uang yang ditaruh di dalam toples transparan.

Walau diberi uang, bukan berarti Jokowi akan menggunakannya. Cagub usungan PDI Perjuangan dan Gerindra tersebut berjanji akan menyimpan uang yang disebutnya dengan uang rakyat.

"Sepersen pun tidak akan digunakan, karena menggunakan uang ini bagi saya terlalu berat. Komitmen saya bahwa yang namanya Jokowi tetap akan dan selalu turun ke bawah bersama-sama rakyat untuk bangun Jakarta yang lebih baik lagi," janjinya.

Sementara itu, Yati, advokasi Jaringan Rakyat Miskin Kota Jakarta (JRMK), mengatakan uang tersebut berasal dari Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

"Untuk melawan politik uang. Kalau gubernur sekarang kan biasa ngasih uang. Rakyat untuk calon pemimpin baru biar nanti kalau jadi pemimpin kerja untuk rakyat," ujarnya usai penandatanganan Konsep Jakarta Baru bersama Joko Widodo, di Jl. Muara Baru, Jakarta Barat, Sabtu (15/9/2012).

Duit tersebut adalah uang kertas dan logam. Masing-masing bernilai Rp 2.000 dan Rp 20.000.

Klik:

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas