Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Jakarta

Misteri Dua Hari Rapat SBY

Kamis, 20 September 2012 04:40 WIB

Misteri Dua Hari Rapat SBY
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono

Baca juga di Tribun Jakarta Digital

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Sehari jelang pemungutan suara putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kabinet terbatas tentang Pemilukada DKI di istana.

Rapat sedari pukul 10.00 hingga pukul 15.00 WIB berlangsung tertutup. Padahal, sehari sebelumnya SBY sempat pula menggelar rapat menyangkut Pemilukada DKI.

Kepala Badan Intelijen Negara Letnan Jenderal Marciano Norman yang ditemui usai mengikuti rapat menyebut, Presiden Yudhoyono sekedar bertanya perihal persiapan Pilgub."Presiden SBY bertanya, keamanan besok seperti apa?" kata Marciano. Lalu dia menyahut, "Insya Allah dilaporkan aman."

Marciano tak membeberkan lebih lanjut ihwal rapat selama lima jam bersama SBY. Ia hanya meyakini semua langkah sudah dilakukan agar Pemilukada berjalan kondusif, aman dan damai. Begitu pula laporan intelijen untuk pengamanan Ibu Kota, hingga saat ini masih positif.

"Semua pihak juga telah berupaya dan berjanji akan melaksanakan Pemilukada yang damai," kata dia.

Di tempat serupa, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto pun tak membocorkan ihwal rapat tertutup bersama SBY. Mantan Tim Sukses SBY itu mengimbau dua kubu yang bertarung dalam pemilihan ini, yaitu Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dan Jokowi-Basuki Tjahaja Purnama, bisa mengendalikan dan menenangkan tim dan massa pendukung masing-masing.

Mereka juga diminta memelihara ketertiban dan keamanan, menghindari perselisihan dan kekerasan. "Masyarakat juga harus memiliki ketahanan untuk tidak terprovokasi, tidak mau diajak "Jangan milih, jangan mau diajak berbuat rusuh," kata dia.

Djoko pun mengharapkan warga DKI menggunakan hak suaranya secara optimal. "Sehingga nanti, siapa pun hasil dari Pemilukada DKI itu mendapat legitimasi yang kuat dari masyarakat Jakarta. Sehingga dengan demikian proses demokrasi Pilkada berjalan dengan baik," kata Djoko.

Djoko menekankan pada aspek keamanan mengingat selama Pemilukada berkembang banyak isu yang begitu menghangat.

Sebelumnya, SBY sempat menggelar sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (18/9/2012). Saat itu, SBY khawatir dengan kompetisi calon gubernur DKI Jakarta putaran dua yang berlangsung sangat keras dan ketat. Atas kondisi itu, SBY meminta para calon gubernur DKI untuk bersama-sama menjaga keamanan Jakarta.

"Saya mengikuti bahwa kompetisi sangat keras dan ketat. Mari kita pastikan dalam proses pemilihan itu, sebelum, pada saat dan setelah pemilihan, keamanan Jakarta tetap terjaga," kata SBY.

Kecemasan SBY itu dijawab lugas KPU Provinsi DKI Jakarta. KPU DKI memastikan pelaksanaan pemilihan gubernur DKI Jakarta siap dilaksanakan. Untuk persiapan teknis, KPU DKI mengaku masih terus memantau dan memastikan pendistribusian logistik pilgub.

"Semua logistik sudah berada di 15.059 TPS malam ini. Untuk tenda TPS dan bilik suara sebagian sudah siap beberapa hari lalu, tapi sebagian besar dibangun malam ini. Tidak sulit membangun itu, hanya tenda, dan kursi-kursi," ujar Sumarno, Ketua Pokja Sosialisasi dan Pendataan Pemilih.

Untuk surat suara tambahan, Sumarno mengaku menambah 2,5 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap 6.996.951 pemilih.

Ditegaskan Sumarno, untuk memilih besok pemilih cukup membawa kartu undangan yang telah disebar petugas. "Biasanya kan KTP kan sudah melekat di orangnya. KTP itu perlu kalau petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) tidak mengenali pemilih tersebut," lanjut Sumarni.

Data DPT per wilayah di Jakarta Kepulauan Seribu ada 16.367 pemilih yang akan mencoblos di 42 TPS. DI Jakarta Pusat ada 789.484 jumlah pemilih dengan 1.713 TPS. Kemudian di Jakarta Utara tersedia 2.584 TPS untuk 1.168.988 jumlah pemilih.

Di Jakarta Barat tersedia 3.331 TPS untuk menampung 1.510.159 pemilih, 1.512.913 warga Jakarta Selatan akan memilih di 4.162 TPS, dan di Jakarta Timur 1.999.040 pemilih di 4.162 TPS.

Secara kesemuaan, jumlah 6.996.951 orang dengan perincian 3.561.222 laki-laki dan 3.435.729 perempuan. Jumlah TPS 15.059.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Untung S Rajab meminta semua masyarakat agar menggunakan hak pilihnya tanpa adanya ancaman untuk memilih. "Pesan Kapolda tidak boleh ada ancaman untuk memilih dalam Pilkada putaran kedua," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto.

Menurut Rikwanto, jika masyarakat ada yang merasa diancam untuk memilih pasangan tertentu, agar segara melapor ke kepolisian terdekat. "Kalau ada segera laporkan," ujarnya.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas