Rabu, 26 November 2014
Tribun Jakarta

Relawan Jakarta Baru Tetap Layangkan Aduan ke Panwaslu

Kamis, 20 September 2012 23:39 WIB

Relawan Jakarta Baru Tetap Layangkan Aduan ke Panwaslu
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (dua kanan), Nachrowi Ramli (kanan), dan tim suksesnya, melakukan konferensi pers di Posko Pemenangan Foke-Nara, di Jakarta, Kamis (20/9/2012), menyikapi keunggulan pasangan Jokowi-Ahok dalam pilkada DKI Jakarta. Foke menegaskan bahwa dia bersama pasangannya, Nara, akan menghormati hasil pilkada tersebut, dan menjanjikan akan tetap menjaga keamanan Kota Jakarta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hari ini pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua telah berkahir. Meski demikian, tim Relawan Jakarta Baru tetap akan melayangkan aduannya ke Panwaslu DKI terkait adanya pelanggaran saat pemungutan suara berlangsung.

"Meski sudah selesai, kami tetap akan melaporkan," ujar Koordinator Cyrus Network, Hasan Nasbi di War Room dan Data Center, Gedung 165, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2012).

Menurut Hasan, pelaporan yang akan disampaikan ke Panwaslu DKI ini sebagai bentuk pembelajaran terhadap pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta.

"Tujuannya untuk pembelajaran bahwa di Jakarta masih ada cara-cara lain, apalagi nanti di daerah," ucap Hasan.

Sebelumnya, Hasan Nasbi mengungkapkan, pihaknya menerima beberapa pengaduan terkait adanya pelanggaran dalam proses pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di beberapa TPS.

"Hari ini ada beberapa aduan dari tim kami di lapangan," kata Hasan di War Room dan Data Center Jakarta Baru, Gedung 165, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2012).

Hasan menjelaskan, aduan dari timnya antara lain tidak diperbolehkannya saksi yang menggunakan kemeja kotak-kotak. Menurutnya, hal itu tidak melanggar ketentuan.

"Padahal KPU telah menetapkan kemeja kotak-kotak bukan atribut kampanye," kata Hasbi.

Selanjutnya, Hasbi juga menerangkan pihaknya juga sempat mendapat intimidasi dari segelintir organisasi masyarakat (ormas) ketika mengawasi jalannya pemungutan suara.

"Ada teror dari sekelompok orang yang menggunakan pakaian berlambang ormas tertentu," ucap Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan beberapa daerah yang mengirimkan pengaduan. Daerah tersebut antara lain di Jati Pulo Palmerah, Taman sari, menteng dan Kuningan."Di Kuningan sempat chaos. Tetapi sekarang sudah terkendali," ujar Hasan.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas