• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Foke Kalah, PAN Bantah Mesin Parpol Tak Bekerja

Sabtu, 22 September 2012 18:11 WIB
Foke Kalah, PAN Bantah Mesin Parpol Tak Bekerja
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (kiri), dan Nachrowi Ramli (kanan), melakukan konferensi pers di Posko Pemenangan Foke-Nara, di Jakarta, Kamis (20/9/2012), menyikapi keunggulan pasangan Jokowi-Ahok dalam pilkada DKI Jakarta. Foke menegaskan bahwa dia bersama pasangannya, Nara, akan menghormati hasil pilkada tersebut, dan menjanjikan akan tetap menjaga keamanan Kota Jakarta. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasangan cagub/cawagub Foke-Nara yang diusung Partai Demokrat kalah dari Jokowi-Ahok kendati sudah didukung koalisi parpol besar.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Amanat Nasional(PAN), Viva Yoga Mauladi membantah kekalahan sang cagub incumbent itu diantaranya disebabkan kurang maksimalnya kerja partainya.

"Secara organisatoris, PAN mendukung Foke-Nara. Mesin politik PAN juga sudah berjalan maksimal," ujar Viva, Sabtu (22/9/2012).

Meski begitu, kata Viva, ternyata warga Jakarta lebih banyak memilih Jokowi-Ahok.

"Ahok juga kawan saya sewaktu di DPR," ujarnya.

Menurut Viva, perilaku pemilih dalam Pemilukada DKI Jakarta lebih banyak ditentukan oleh figur dan kinerja incumbent yang maju kembali. Bila kinerja incumbent kurang memuaskan masyarakat, maka bila maju kembali pasti akan berkurang dukungannya.

"Begitu pula dengan Jokowi yang sudah berjanji untuk memperbaiki Jakarta. Bila nanti janjinya tidak terbukti dan membuat masyarakat kecewa, jika maju menjadi kandidat lagi, tentu tidak akan dipilih lagi," kata Viva.

Bagi Viva, inilah dinamika masyarakat rasional, yang memiliki kesadaran politik dan mandiri dalam bersikap.

"Pembangunan politik harus diarahkan seperti itu agar masyarakatnya menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas demokrasi," tukasnya.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
7 KOMENTAR
958231 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • marmut-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    parpol kanciaaaa . . .ang
  • marmut-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    rkyt kini mana mau ikutin elit
    partainya . . .suukuurr . . .urus perut
    sndiri payah,palagi mbantu perut elit
    partai . . .soory ye . . . . . makan tu
    wang banggar habisin . . . . .mobil
    mewah ,rumah megah .
    .alhakumuttakasurr
    hattazurtumulmakobir
  • mas ayiek-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    Untuk PAN dan semua kongsinya (PD,PKS,PPP,PKB,PBB,PDS dll)sadarlah, sekuat apapun mesin partai anda (emang mesinnya dimana? Paling2 di pengurus2nya sj yg korup itu yg kerja keras krn ingin terus meras uang APBN/Pajak-ya cm itu mesinnya!) Ingin bantuan Rak
  • idin-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    ini menunjukan bahwa rakyat dki tidak semuanya bego.ngapain milih pemimpin yg ngabisin uang rakyat.mending milih jokowi yg ngk di gaji
  • Raz-Sabtu, 22 September 2012 Laporkan
    Masalahnya rakyat sdh gx percaya sm parpol. Dihapus z parpol parpol di indonesia, lumayan menghemat biaya
  • marmut-Sabtu, 22 September 2012 Laporkan
    onde- mande . . . .bnyk alasan . !
    mosen PAN,tak baoli mmg macet . .
  • eddy-Sabtu, 22 September 2012 Laporkan
    Makan tuh..mesin parpol, emangx rkyt tdk pux hati ?. Kacian deh..kalian ! Ayo coba lg di Pilgub Jabar/Jateng n Jatim !
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas