• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Gerindra: Sebelum Pilkada DKI, Prabowo Sudah Populer

Sabtu, 22 September 2012 17:28 WIB
Gerindra: Sebelum Pilkada DKI, Prabowo Sudah Populer
FB Prabowo Subianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Gerindra membantah bahwa dengan kemenangan sementara Jokowi-Basuki di putaran kedua pilkada DKI Jakarta popularitas Prabowo Subianto semakin tinggi. Sebelum ada pilkada DKI, popularitas Prabowo memang sudah tinggi.

"Sebelum ada pilkada Jakarta, popularitas Prabowo Subianto paling tinggi dibanding yang lain. Saya tidak tahu apakah setelah terpilihnya Jokowi semakin tinggi atau tidak. Kalau bertambah, tentu kami bersyukur. Karena pilihan mengusung Jokowi di Jakarta adalah benar. Pilihan Prabowo Subianto kepada Jokowi benar dan akan sebanding jika kami memenangkan Prabowo nantinya, kalau tidak naik, kami tetap akan terus melakukan kerja-kerja untuk rakyat," kata Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani dalam pesan singkatnya, Sabtu(22/9/2012).

Menurut Muzani apabila Partai Gerindra suaranya terdongkrak karena ada sosok Jokowi-Basuki dan Pilkada DKI, pihaknya akan terus melakukan kerja politik partai karena kerja politik partai harusnya sama dengan kerja figur. Figur meningkat, partai juga harus meningkat

"Tahun 2009 Gerindra tak punya apa-apa, tak punya lurah, tak punya kepala dinas, tak punya gubernur, tapi dapat 6 kursi di DPRD Jakarta. Kalau 2014, kita punya gubernur, wakil gubernur, masak tetap 6 kursi juga," kata Muzani.

Anggota Komisi I DPR ini menambahkan pemilihan Jokowi-Basuki sebagai calon gubernur oleh Gerindra karena sejak awal dipertimbangkan bahwa tepat untuk warga Jakarta, keberhasilannya di Solo bisa ditransfer di Jakarta.

Kemudian pilihan tersebut rupanya mendapat support dari rakyat yang besar.

"Kita sadari bahwa kita menghadapi calon-calon gubernur yang kapasitasnya luar biasa, incumbent, ada gubernur Sumsel, ekonom, bekas ketua MPR. luar biasa," ujar Muzani.

Mengusung Jokowi-Basuki, bagi Gerindra adalah mempertaruhkan popularitas Prabowo Subianto untuk memenangkan pasangan tersebut.

"Kami pertaruhkan popularitas ketua dewan pembina kami untuk memenangkan pasangan ini dan setelah terpilih, kewajiban kami menyukseskan kepemimpinan Jokowi-Basuki," ujarnya.

Muzani menduga adanya isu bahwa Prabowo mendompleng ketenaran Jokoei-Basuki adalah ulah partai-partai pendukung Foke yang mencari-cari alasan dengan menyatakan bahwa Prabowo memanfaatkan popularitas Jokowi.

"Ini akal-akalan parpol pendukung Foke. Kami mempertaruhkan popularitas Prabowo untuk kemenangan pasangan Jokowi-Basuki," kata Muzani.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI

Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
958161 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • mas ayiek-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    Sy bekas ketua DPAC Gerindra, muak dg cara kerja DPC. Pengurus DPC yg lama disingkirkan oleh Sekretaris, sekretaris ngangkat dirinya jd ketua, cari cari teman2x utk jd pengurus tanpa mengajak DPAC.kongkalikong pengurus ginian pasti diketahui oleh pengurus
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas