• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Sekjen PAN: Kekuatan Figur Jangan Diremehkan

Sabtu, 22 September 2012 16:47 WIB
Sekjen PAN: Kekuatan Figur Jangan Diremehkan
TRIBUNNEWS.COM/RACHMAT HIDAYAT
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berkaca pada kemenangan sementara duet Jokowi-Basuki pada pilkada DKI 2012, Sekjen Partai Amanat Nasional(PAN), Taufik Kurniawan mengatakan bahwa kekuatan figur tidak boleh diremehkan begitu saja. PAN, kata Taufik juga akan terus mendorong dalam pilkada faktor figur atau sosok dari calon pemimpin.

"Belajar dari DKI, memang sejauh ini kekuatan figur memang tidak boleh diremehkan. Ini yang oleh PAN terus didorong dalam pilkada dan pileg dimana faktor figur akan sangat menjadi pertimbangan. Karena sekarang ini pilihan dari masyarakat sangat menentukan, maka tinggal partai dalam menentukan figur harus mendengar suara masyarakat," kata Taufik, Sabtu(22/9/2012).

Meski kekautan figur menjadi catatan penting, menurut Taufik apapun partai politik tetap menjadi elemen penting sebagai pilar demokrasi. Tinggal perbaikannya bagaimana artikulasi yang dikemas parpol itu adalah suara dari masyarakat.

Dalam konteks Pilkada DKI lanjut Taufik, saat ini figur Jokowi dinilai tepat dengan kebutuhan masyarakat.

"Tetapi, itu menurut saya tidak menggambarkan secara umum ini sebagai kegagalan partai. Karena di Singkawang PAN menang. PAN dengan Golkar menang di Cilacap. Jadi tidak bisa digeneralisir itu persepsikan kekuatan politik 2014. Tidak bisa juga dikatakan ini kegagalan partai besar," katanya.

Lebih jauh Taufik menambahkan pilkada DKI tentunya menjadi sangat menarik karena Ibukota, dan menjadi hal yang menurutnya proses di dalam sangat demokratis, buah dari reformasi, itulah yang dimaksud aspek demokrasi bisa dijalankan.

Wakil Ketua DPR ini menjelaskan saat pilkada DKI Jakarta, demokrasi benar-benar berjalan, bagaimana lembaga survei sudah memprediksi tetapi di menit terakhir berbeda dari prodiksi. Karena memang dalam demokrasi yang sudah mulai maju, kandidat yang bisa manfaatkan swing voter, bisa diterima, maka bisa menguat.

"Nah kalau soal kemenangannya meski lawannya didukung banyak partai, sekarang ini masyarakatnya memang sudah tidak larut dalam politik aliran, tetapi lebih pada figur. Kalau dulu kan lebih ke aliran karena yang dilihat adalah partai, nasionalis, atau agamis, tetapi sekarang kekuatannya di figur yang bisa menarik," ujar Taufik.

Berita Terkait: Pemilihan Gubernur DKI

Penulis: Willy Widianto
1 KOMENTAR
958111 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • mas ayiek-Minggu, 23 September 2012 Laporkan
    PAN sebaiknya jgn banyak bicara dulu. Rakyat sdh gak ingin lihat PAN!partai mbebek.sy ingatkan kpd bangsaku! Tolak wacana mendagri yg memilih gubernur adalah DPR.bs kongkalikong lg!! Kita jgn mau ditipu oleh elit partai! Boleh DPR tp dprnya naik bukan krn
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas