• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Jakarta

Kapolres Jakarta Selatan Besuk Dua Korban di RSUD Pamulang

Kamis, 18 Oktober 2012 18:51 WIB
Kapolres Jakarta Selatan Besuk Dua Korban di RSUD Pamulang
Tribunnews.com/theresia felisiani
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menjenguk Feri Irawan di RSUD Pamulang, Kamis (18/10/2012)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat menjenguk dua korban peristiwa bentrokan antara mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) dengan sejumlah aparat kepolisian.

Kapolres datang bersama sejumlah anggota kepolisian sekitar puku 18.15 WIB, hanya sekitar sepuluh menit ia berada di rumah sakit, dan sebelum pulang ia sempat bercakap-cakap dengan dokter jaga untuk mengetahui kondisi korban.

Feri Irawan yang mengalami luka tembak dibagian perut dan Jundi Fajrin yang mengalami luka di bagian kepala masih terbaring di ruang Unit Gawat Darurat dan terbaring berdampingan, terlihat keduanya masih tampak terkulai lemah di rumah sakit.

Kapolres pertama kali menjenguk Jundi dan sempat berbicara dengan ayahnya Sukarmin (55) menanyakan keadaan anaknya, kemudian Kaplres melihat keadaan Feri yang masih terkulai lemas di ruang UGD setelah itu berbicara dengan dokter jaga. Tidak lama kemudian, Kapolres pun meninggalkan rumah sakit tanpa berkomentar apa pun kepada wartawan.

Wahyu sebelumnya menjelaskan bahwa kedatangan Wakapolri ke Universitas Pamulang dalam rangka menghadiri undangan dari pihak kampus untuk menjadi pembicara dalam seminar yang diselenggarakan pihak Unversitas Pamulang (Unpam).

"Beliau sempat menjadi pembicara seminar kurang lebih selama satu jam 20 menit dan ketika acara seminar sedang berlangsung, ada sekelompok massa yang melakukan penolakan," ungkap Wahyu di Mapolsek Pamulang.

Kemudian sekelompok massa yang melakukan aksi demontrasi keluar dari kampus dan mengambil paksa peralatan brimob sehingga terjadi ketegangan ketika pihak kepolisian berusaha mengamankan alat-alat yang akan diambil sekelompok massa.

"Di sana pihak kami mengamankan alat tersebut, namun dilakukan pemukulan oleh pihak tersebut," ungkapnya.

Menurut Wahyu, akibat dari bentrok antara mahasiwa dengan pihak kepolisian, lima anggota kepolisian mengalami luka-luka dan dua orang mahasiswa yang luka cukup parah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pamulang.

Kapolres membantah bahwa dalam melakukan pengamanan aksi demonstrasi tersebut petugasnya menggunakan peluru tajam untuk memukul mundur mahasiswa. "Tidak ada peluru tajam," ujarnya.

Sementara, untuk penanganan kasus tersebu kepolisian mengamankan dua orang untuk dimintai keterangan atas tragedi tersebut. "Yang sudah diamankan ada dua orang, inisialnya nanti kami sampaikan, masih dalam proses," ucapnya.

Klik:

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1046481 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas