• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Jakarta

Polda Sesalkan Kasus Anak SMP Dibakar Pelajar SMA

Minggu, 21 Oktober 2012 10:11 WIB
Polda Sesalkan Kasus Anak SMP Dibakar Pelajar SMA
net
ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyesalkan adanya laporan terkait seorang anak SMP berinisial DB (13) yang diculik, dibakar punggungnya dan disundut oleh segerombolan pelajar SMA di tanah kosong di Perumahan Interkon, Meruya, Jakarta Barat.

"Terkai kasus itu, jika memang benar dilakukan oleh pelajar, sangat disesalkan sekali," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (21/10/2012).

Rikwanto mengatakan aksi penganiayaan tersebut merupakan bentuk penganiayaan berat dan dapat menyebabkan trauma pada korban. "Benar-benar disesalkan kalau pelakunya pelajar. Kasihan korban, pasti mengalami trauma," ungkap Rikwanto.

Rikwanto juga menuturkan, anggotanya dari Direktorat Reserse Kriminal Umum akan segera memproses dan menindaklanjuti kasus tersebut. Apabila pelakunya adalah pelajar, dikatakan Rikwanto, pihaknya tidak segan-segan untuk menindak tegas lantaran perbuatan tersebut telah melanggar hukum dan masuk pidana.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya,  aksi kekerasan terjadi pada seorang anak SMP. Kali ini yang melakukan bukan orangtuanya melainnkan segerombolan siswa SMA.

Tak hanya dihadiahi bogem mentah, disundut, dan punggungnya dibakar menggunakan kompresor, korban DB (13) diculik terlebih dulu.

"Kejadiannya itu Jumat (12/10/2012), saat itu saya lagi main bola di lapangan di daerah Tanah Kusir. Terus dicegat sama enam siswa SMA menggunakan motor," ucap DB saat membuat laporan polisi di SPK Polda Metro Jaya, Rabu (17/10/2012) malam.

Kemudian enam orang itu memalak DB dengan meminta uang dan HP. DB pun mengaku tidak membawa uang dan HP. Lalu DB dibawa oleh mereka menggunakan motor

Siswa MTS Tsanawiyah tersebut lalu dibawa ke sebuah tanah kosong di wilayah Perumahan Interkon, Meruya, Jakarta Barat. Ternyata, disana sudah ada empat orang lainnya yang sudah menunggu.

Oleh para pelaku, korban yang merupakan warga Peninggaran Timur, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan itu dipukuli, lalu baju dibakar menggunakan kompresor serta punggung disundut menggunakan rokok.

"Puas menganiaya, mereka meninggalkan saya begitu saja. Untung ada warga sekitar yang membantu saya, memberikan pakaian, sendal dan mengantar pulang ke rumah," ujar DB.

Lebih lanjut, saat ditanya apakah DB mengenal para korban namun DB mengaku sama sekali tidak mengenali. Namun dikatakan DB, saat di lokasi kejadian, antar pelaku ada yang menyebut nama Komeng dan Arab.

Setelah ditelusuri oleh pihak keluarga DB, ternyata Komeng dan Arab diduga siswa di salah satu SMA di Jalan Panjang, Cidodol, Kebayoran Lama.

Atas perbuatan itu, DB melapor ke SPK Polda Metro dengan nomor laporan LP/3580/X/2010/PMJ/Direskmum. Dan saat ini DB tengah dibawa petugas untuk visum di RS Jakarta.

Lebih lanjut, Edy (34) paman korban yang mendampingi saat membuat laporan mengatakan, saat pulang ke rumah, DB yang merupakan anak seorang pedagang di Pasar Ciputat ini takut dan tidak mau mengaku jika dirinya dianiaya.

"Pas pulang dia ngakunya jatuh dari motor. Trus dua hari gak mandi, jarang keluar kamar. Jelas saya curiga, saya tanya kamu kenapa. Nah baru dia mengaku dikeroyok," ungkap Edy.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1053552 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas