• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Jakarta

BEM UI Tuntut Blok Mahakam Dikelola Penuh Pertamina

Sabtu, 10 November 2012 21:59 WIB
BEM UI Tuntut Blok Mahakam Dikelola Penuh Pertamina
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Puluhan mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia berunjuk rasa di depan Istana Merdeka Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi di depan Istana Negara, Jakarta, Sabtu (10/11/2012).

BEM UI mempertanyakan pengelolaan sumber daya alam negara, khususnya minyak dan gas (migas) yang dinilai belum dapat dirasakan hasilnya oleh rakyat Indonesia.

"BP Migas sebagai pihak yang mewakili pemerintah dalam melakukan kontrak dengan perusahaan-perusahaan minyak, baik nasional maupun luar negeri, belum berhasil memberikan manfaat yang dapat dinikmati rakyat," tutur Patriot, koordinator aksi dari BEM UI.

BEM UI mencontohkan keberadaan Blok Mahakam sebagai salah satu bukti bagaimana kekayaan alam Indonesia yang begitu besar ternyata belum dirasakan secara meluas oleh rakyatnya.

Blok Mahakam saat ini terikat kontrak dengan Total E&P Indonesia dan Inpex Corporation sampai tahun 2017, dengan cadangan 12,5 triliun cubic feet dan potensi keuntungan 187 miliar US dollar.

"Dengan cadangan dan keuntungan yang begitu besar mendorong perusahaan-perusahaan asing mengajukan perpanjangan kontrak kerja. Padahal, begitu banyak proyek kesejahteraan yang bisa dieksekusi dengan keuntungan sebesar itu," tukasnya.

Sementara itu, lanjutnya, perdebatan justru terjadi antara Kementerian ESDM, BP Migas, Kementerian BUMN, DPR, dan Pertamina dalam menghadapi kontrak kerjasama yang berakhir tahun 2017 tersebut.

Kementerian ESDM dan BP Migas lebih memilih memperbaharui kontrak kerjasama dengan alasan transfer teknologi kepada Pertamina. Kementerian BUMN juga mengambil sikap yang sama tetapi dengan perubahan prosentase, 70% keuntungan ke negara dan 30% ke perusahaan.

Sementara itu, DPR yang diwakili komisi VII dan Pertamina beranggapan bahwa saat kontrak berakhir, tidak perlu ada perpanjangan.

"Kami mendukung penghentian kerjasama saat kontrak berakhir, Blok Mahakam harus diserahkan 100% kepada Pertamina. Kembalikan Blok Mahakam ke pangkuan Ibu Pertiwi," tegasnya.

Menurut BEM UI, pemerintah selalu memberikan diskursus kepada publik bahwa Pertamina belum mampu secara infrastruktur teknologi dan kemampuan SDM untuk mengelola Blok Mahakam sendiri.

"Sudah saatnya pemerintah mengganti sudut pandang dari Pertamina tidak mampu, menjadi mendukung dan memberdayakan Pertamina untuk mengelola Blok Mahakam. Wujudkan pengelolaan SDA yang dikuasai penuh oleh negara serta pengalokasian keuntungan bagi kesejahteraan rakyat," tandasnya.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Anwar Sadat Guna
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas