• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Haris Budiyono: Masyarakat Bekasi Sudah Cerdas Dalam Memilih

Minggu, 2 Desember 2012 19:25 WIB
Haris Budiyono: Masyarakat Bekasi Sudah Cerdas Dalam Memilih
IST

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Suhu politik di kota Bekasi semakin memanas menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), 16 Desember 2012. Selain maraknya gerakan pendekatan yang dilakukan sejumlah pasangan calon untuk meraih simpati masyarakat, muncul pula aksi black campaign untuk menjatuhkan pasangan lain.

Meski masih dalam situasi yang kondusif, namun aksi agitasi dan propaganda yang mengarah kepada black campaign ini dinilai kurang elok karena muncul di tengah-tengah pelaksanaan Pilkada.

Seharusnya, semua pihak mampu menjaga kondisi yang ada sehingga perhelatan pesta demokrasi di Bekasi tetap berkualitas. Hal itu diungkap mantan Rektor Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi Haris Budiyono Minggu (2/12/2012) siang.

”Hampir di semua ajang Pilkada, aksi black campaign muncul. Karena pada umumnya para kandidat maupun tim sukses mencoba mencari kelemahan lawan-lawannya. Terlebih kepada lawan yang dianggap punya kekuatan dan peluang lebih kuat,” ujar Haris.

Haris yang kini aktif sebagai Kepala Pusat Kajian Otonomi dan Pembangunan Daerah (Puskopda) Unisma Bekasi ini mengakui bahwa masyarakat Bekasi sudah cerdas dalam memilih. Munculnya opini yang bernuansa black campaign tidak mempengaruhi sikap masyarakat.

”Mereka sudah mampu membedakan mana yang black campaign, mana yang memang memiliki kapasitas dalam memimpin Bekasi ke depan,” kata Haris.

Haris yakin, semakin offensif black campaign yang dilakukan, akan semakin menguntungkan kandidat yang diserang. Karena, masyarakat Indonesia lebih iba dan simpatik kepada sosok yang dizolimi.

”Kemenangan seorang kandidat diukur dari sejauh mana content dan program konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selebihnya, pendekatan kandidat ke masyarakat dan kreatifitas pencitraan. Dan saya melihat, sebagai incumbent, Rahmat Effendi berhasil memimpin Kota Bekasi hingga periode berakhir sampai terjadinya pelaksanaan Pilkada. Ini salah satu ukuran,” urai Haris.

Seperti diketahui, Pilkada Kota Bekasi diikuti lima pasang calon. Yakni, nomor urut 1 adalah pasangan independen Shalih Mangara Sitompul-Anwar Anshori Mahdum (Salam). Nomor urut 2 pasangan Sumiyati Mochtar Mohamad-Anim Imamudin (SM2) diusung PDIP, PBB, dan PDS. Sumiyati adalah istri mantan Walikota Bekasi Mochtar Mohamad yang lengser karena dipenjara akibat terjerat kasus korupsi. Dan Sumiyati dinilai sebagai salah satu contoh politik dinasti di negeri ini. Tampilnya sang istri di ajang pilkada, dinilai tidak pantas. Terlebih, Mochtar berniat mengawal kemenangan istrinya dari balik penjara.

Nomor urut 3 pasangan Dadang Mulyadi-Lucky Hakim (Dalu) didukung PAN, Gerindra, dan PPP. Dadang adalah Sekda Kabupaten Bekasi, sedangkan Lucky dikenal sebagai artis. Jejak rekam Dadang Mulyadi sebagai birokrat di Kabupaten Bekasi, dinilai tidak mulus karena sejumlah kasus pernah menerpanya dan hingga kini masih menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Nomor urut 4, pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu (PAS) diusung Golkar, PKS, Hanura, dan PKB. Nomor urut 5 pasangan Awing Asmawi-Andi Zabidi (Azib) diusung Demokrat.

Koran Futuristik dan Elegan
Klik Tribun Jakarta Digital Newspaper
Baca juga:
 
Editor: Toni Bramantoro
0 KOMENTAR
1182832 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas