• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Jakarta

Kritik Jokowi Soal Daging Babi, FPI Sebut Istilah Klenik

Minggu, 16 Desember 2012 12:19 WIB
Kritik Jokowi Soal Daging Babi, FPI Sebut Istilah Klenik
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Front Pembela Islam.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ini kritikan dari FPI kepada Jokowi soal kasus daging babi. Kata FPI, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, harus menertibkan para pedagang daging yang menjual daging babi.

Sayangnya, Jokowi tidak mengakomodir protes umat Islam soal peredaran daging babi. Karena itu, Jokowi mulai dipertanyakan keberpihakannya ke umat Islam.

Penegasan itu disampaikan Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas seperti dikutip Tribunnews.com dari situs FPI, Minggu (16/12/2012).

"Jokowi sebagai pemimpin Jakarta harus bertanggungjawab. Jokowi tidak bisa cuci tangan dengan menyatakan tidak mengetahui peredaran daging babi. Ini lucu, Jokowi sebagai pemimpin tidak tahu yang dihebohkan masyarakat," tegas Habib Muhsin.

Tak hanya itu, Habib Muhsin juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar mengingatkan Jokowi soal peredaran daging babi. "MUI harus mempunyai peran untuk mengingatkan Jokowi. MUI harus menegur Jokowi. Aneh jika masalah beredarnya daging babi, Jokowi sampai tidak tahu," tegas Habib Muhsin.

Hal senada juga ditegaskan oleh Pimpinan Taruna Muslim, Alfian Tanjung, ia mengatakan, sikap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait peredaran daging babi di Jakarta telah menyakiti hati umat Islam. Karena mengabaikan masalah halal-haram, Jokowi tidak patut sebagai pemimpin Jakarta, yang 88,5 persen warganya Muslim.

"Harus dimaklumi, Jokowi hidupnya klenik. Mungkin makanan yang menurut ajaran Islam dilarang, justru  tidak dianggap persoalan buat Jokowi," tegas Alfian.

Alfian mengecam, Jokowi yang tidak Islami tidak pantas memimpin Jakarta. "Sikap Jokowi itu sangat kurang ajar dan tidak patut sebagai seorang pimpinan. Terlebih lagi, Jokowi memimpin 88,5 persen warga Muslim di Jakarta. Dengan mengabaikan peredaran daging babi, Jokowi telah menyakiti hati umat Islam," pungkas Alfian.

Menurut Alfian, mungkin dalam pandangan hidup Jokowi tidak ada persoalan. "Bagi Jokowi, yang haram-haram itu tidak ada persoalan. Pandangan hidup Jokowi mungkin tidak ada persoalan. Tetapi bagi umat Islam, masalah daging babi, maupun yang haram, itu persoalan yang sangat serius karena ada larangan dari Allah," tegas lagi.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi mengaku tidak tahu-menahu tentang adanya penggrebekan tempat penggilingan daging sapi di Cipete, Jakarta Selatan, oleh masyarakat setempat. Penggilingan daging sapi itu digrebek masyarakat karena diduga mencampurkan daging babi hutan dalam gilingan daging sapi.

Saat ditanya wartawan soal penggilingan daging sapi bercampur babi, Jokowi hanya menjawab pendek. "Belum ngerti," ucap Jokowi saat ditanya tanggapannya mengenai kasus itu, di Balaikota, Kamis (13/12)

Baca Artikel Menarik Sebelumnya



Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Agung Budi Santoso
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1226011 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas