Rabu, 29 Juli 2015
Tribun Jakarta

Kritik Jokowi Soal Daging Babi, FPI Sebut Istilah Klenik

Minggu, 16 Desember 2012 12:19 WIB

Kritik Jokowi Soal Daging Babi, FPI Sebut Istilah Klenik
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Front Pembela Islam.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Ini kritikan dari FPI kepada Jokowi soal kasus daging babi. Kata FPI, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, harus menertibkan para pedagang daging yang menjual daging babi.

Sayangnya, Jokowi tidak mengakomodir protes umat Islam soal peredaran daging babi. Karena itu, Jokowi mulai dipertanyakan keberpihakannya ke umat Islam.

Penegasan itu disampaikan Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhsin Ahmad Alatas seperti dikutip Tribunnews.com dari situs FPI, Minggu (16/12/2012).

"Jokowi sebagai pemimpin Jakarta harus bertanggungjawab. Jokowi tidak bisa cuci tangan dengan menyatakan tidak mengetahui peredaran daging babi. Ini lucu, Jokowi sebagai pemimpin tidak tahu yang dihebohkan masyarakat," tegas Habib Muhsin.

Tak hanya itu, Habib Muhsin juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar mengingatkan Jokowi soal peredaran daging babi. "MUI harus mempunyai peran untuk mengingatkan Jokowi. MUI harus menegur Jokowi. Aneh jika masalah beredarnya daging babi, Jokowi sampai tidak tahu," tegas Habib Muhsin.

Hal senada juga ditegaskan oleh Pimpinan Taruna Muslim, Alfian Tanjung, ia mengatakan, sikap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait peredaran daging babi di Jakarta telah menyakiti hati umat Islam. Karena mengabaikan masalah halal-haram, Jokowi tidak patut sebagai pemimpin Jakarta, yang 88,5 persen warganya Muslim.

Halaman12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Agung Budi Santoso
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas