Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jakarta

Kesulitan Lahan, Puskesmas akan Dibangun di Ruko

Senin, 7 Januari 2013 08:49 WIB

Kesulitan Lahan, Puskesmas akan Dibangun di Ruko
KOMPAS.com/VITALIS YOGI TRISNA
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menempelkan stiker layanan Puskesmas gratis di Tambora, Jakarta Barat, Sabtu (10/11/2012). Layanan pengobatan gratis ini diberikan kepada warga yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) DKI Jakarta. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA

RIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelurahan Rawabadak Selatan, Kelapa Gading Barat, dan Semper Timur, di Jakarta Utara belum memiliki Puskesmas Kelurahan. Untuk itu Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, berencana untuk membangun Puskesmas di tiga kelurahan.

Namun, kendala yang ditemuinya selama ini adalah masalah sulitnya lahan untuk membangun puskesmas tersebut. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Bambang Suheri mengatakan, pihaknya, sebenarnya sudah berencana untuk membangun puskesmas sejak 2012 lalu. Namun, kesulitan mendapatkan lahan. Meskipun terdapat lahan atau bangunan, milik warga, kesulitannya masalah harga, karena warga menjualnya di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

"Untuk sementara kami akan mencari ruko (rumah toko) atau rumah kontrakan untuk dijadikan puskesmas di tiga kelurahan itu. Nanti kami akan terus mencari lahan tersebut," kata Bambang, Minggu (6/1) siang.

Untuk bangunan puskesmas, menurut Bambang, memiliki standar yaitu luas kurang lebih 650 meter persegi. Tapi, jika memang sulit untuk mencari lahan seluas tersebut, maka pihaknya sementara akan mengontrak dengan luas hanya 450 meter persegi. Sedangkan, untuk ruko, akan mencari yang memiliki dua lantai.

"Selain program untuk mendirikan puskesmas, kami juga akan menyiapkan tiga mobil puskesmas keliling di tiga lokasi itu, kami juga akan melakukan renovasi puskesmas Kecamatan Pademangan karena kondisi bangunannya sudah miring, lantainya sudah pecah, dan mengembangkan menjadi puskesmas rawat inap," katanya.

Untuk programnya tersebut, pihaknya pun akan menggelontorkan sebanyak Rp 52 miliar. Usulan anggaran tersebut guna untuk keperluan yang terdiri untuk mengontrak 3 tempat dan pembangunan fisik puskesmas kelurahan yang disebutkan lalu pembangunan fisik puskesmas kecamatan Pademangan yang totalnya Rp 23 miliar. Sedangkan, sisa dari anggaran tersebut untuk program alat kesehatan, program masyarakat untuk masalah gizi, penyakit menular dan tidak menular, ambulan 7 unit, pelatihan tenaga medis untuk murah senyum.

"Program kerja tahun 2013 ini, kami juga akan mengedepankan pencegahan penyakit menular, seperti demam berdarah dengue (DBD) dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), flu burung dengan berkoordinasi dengan Sudin Peternakan, Perikanan, dan Kelautan Jakarta Utara dengan memvaksin unggas, sanitasi kandang dan penyediaan obat tamiflu, dan penyakit tuberkulosis (TBC) dengan penyuluhan dan sanitasi," katanya. Sedangkan, untuk program kesehatan lainnya, yaitu Kartu Jakarta Sehat (KJS), di Jakarta Utara sudah dicetak sekitar 946 pada tahun 2012.

Tahun 2013 masih dalam proses pembuatan dari Dinas Kesehatan. Dengan adanya program KJS tersebut, jumlah pengunjung di Puskesmas di kelurahan, kecamatan, bahkan rumah sakit meningkat lebih dari 50 persen. Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan pun akhirnya, warga harus rela mengantri. Untuk itu, dengan adanya tiga puskesma baru tersebut, Bambang berharap bisa mengurai antrian pengunjung di beberapa puskesmas. (suf)

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Warta Kota

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas