• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Tribun Jakarta

Tahun 2013 Rawan Pelecehan Seksual

Senin, 14 Januari 2013 21:50 WIB
Tahun 2013 Rawan Pelecehan Seksual
google
Ilustrasi

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ratusan orang yang tergabung dalam Koalisi Aksi Solidaritas Darurat Nasional Kejahatan Seksual terhadap Anak mengadakan aksi peduli di Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (13/1) kemarin.

Mereka menuntut adanya perhatian lebih dari pemerintah dan elemen masyarakat terhadap kejahatan seksual pada anak.

Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait, mengatakan, kejahatan seksual terhadap anak sudah termasuk kategori sangat biadab. Kita sudah cukup diingatkan tentang kasusnya Rs.

Rs (11) adalah bocah perempuan kelas V SD yang meninggal karena mengalami infeksi pada otaknya. Namun, muncul dugaan bahwa gadis cilik ini telah menjadi korban pelecehan seksual akibat ditemukannya luka parah di alat vitalnya.

Menurut Arist, kasus yang menimpa Rs ini bukanlah yang kali pertama terjadi. Menurut Arist, angka pelecehan seksual terhadap anak sepanjang 2012 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Di tahun 2012 tercatat ada sebanyak 2.637 laporan pengaduan yang masuk, sementara pada tahun 2010 tercatat ada sebanyak 2.426 kasus dengan sebesar 42 persen kekerasan seksual. Sementara, pada tahun 2011 tercatat ada sebanyak 2.509 kasus dengan sebesar 58 persen adalah kasus kekerasan seksual," ungkap Arist.  Selebihnya, adalah kasus kekerasan fisik dan psikis.

Sementara, lanjut Arist, Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat ada ribuan kasus kekerasan yang menimpa kaum hawa.

"Berdasarkan rujukan inilah, Koalisi Aksi Solidaritas Peduli Anak dan Perempuan menganggap bahwa pada 2013 seyogianya ditetapkan sebagai tahun kondisi darurat nasional kejahatan seksual terhadap anak dan perempuan," kata Arist.

Arist menambahkan, pemerintah harus memberi jaminan perlindungan hukum kepada anak dan perempuan dengan meningkatkan hukuman pelaku kejahatan pada anak dan perempuan.

Secara khusus Arist meminta jajaran Polri untuk lebih meningkatkan pelayanan dan perlakuan khusus pada korban kasus kekerasan seksual karena ia menilai kinerja polisi dalam menangani kasus seperti ini masih lambat.

Dalam aksinya, para peserta aksi juga mengajak para penduduk Jakarta yang tengah menghadiri car free day untuk ikut menandatangani sebuah spanduk putih sebagai bentuk solidaritas.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas