Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jakarta

Istana Negara Terendam Banjir 30 CM

Kamis, 17 Januari 2013 11:12 WIB

Istana Negara Terendam Banjir 30 CM
Biro Humas Kepresidenan
SBY menggulung celana saat memantau banjir di Istana Kepresidenan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Beberapa bagian Istana Negara terendam banjir setinggi sekitar 30 centimeter (cm), Kamis (17/1/2013) pagi.

"Beberapa bagian," ungkap Jurubicara Kepresidenan Julian A Pasha kepada Tribunnews.com, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Kamis (17/1/2013).

Dijelaskan,Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat meninjau lokasi-lokasi di kompleks Istana Negara yang terendam banjir.

"Tadi Bapak Presiden meninjau beberapa titik yang terendam cukup tinggi sekitar 30cm di sekitar Wisma Negara, yang berada di tengah Istana Merdeka dan Istana Negara," menurutnya.

Namun sekarang, menurutnya banjir yang merendam kompleks Istana telah surut.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dikumpulkan Tribunnews.com, jalanan di sekitar Istana Negara dan Kantor Sekretariat Negara di Jalan Medan Merdeka sudah terendam banjir. Banjir telah mencapai di atas lutut orang dewasa.

"Sejumlah pegawai Setneg dan Istana tadi pagi tampak terpaksa berjalan kaki menuju ke kompleks Istana. Di depan istana tadi juga terlihat sudah tergenang banjir," ungkap Sihotang, yang berkantor di dekat Istana kepada Tribunnews.com.

Sebelumnya Tribunnews.com kabarkan, berdasarkan informasi BNPK, tinggi muka air Sungai Ciliwung pada Kamis, (17/1/2013), Pukul 09.00 WIB di Manggarai terukur 1.020 cm. Jauh di atas batas Siaga I yaitu 950 cm. Dengan kondisi demikian maka wilayah Jakarta yang terendam banjir makin meluas. Ini ditambah dengan banyak titik-titik genangan dan banjir yang merata di Jakarta.

Kepala BNPB, Syamsul Maarif, telah melaporkan perkembangan terkini kepada Presiden RI pada pukul 09.10 WIB mengenai ancaman banjir dan upaya penanggulangannya. Dengan tinggi muka air 1.020 cm maka kemungkinan debit sungai Ciliwung sebagian dialihkan ke Sungai Ciliwung lama.

Jika tidak maka dikhawatirkan tanggul Kanal Banjir Barat dapat jebol dan banjir makin meluas. Presiden menyampaikan kepadanya, tidak masalah Istana terendam banjir.

"Yang penting masyarakat terlindungi. Lakukan upaya penanggulangan banjir dengan mengerahkan seluruh potensi nasional yang ada. Tetap semua mendukung Pemda DKI dan memberikan pendampingan. Untuk nasional semua di bawah kendali Kepala BNPB. Pantau terus perkembangan dan laporkan ke Presiden upaya penanggulangannya,” kata Julian mengutip pernyataan SBY.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas