• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Siswa-siswi SMPN 47 Kesurupan

Minggu, 27 Januari 2013 04:05 WIB
Siswa-siswi SMPN 47 Kesurupan
PROHABA/BEDU SAINI
Ilustrasi kesurupan

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Kegiatan belajar mengajar di SMPN 47 Jakarta Pusat, di Jalan Rawasari Timur, Jakarta Pusat, Jumat (25/1), terganggu karena puluhan siswanya kesurupan saat mengikuti kegiatan Tadarusan.

Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi pada Rabu (23/1).

Salah seorang pengajar di SMPN 47 yakni Irma Wiyati, membenarkan bahwa sejumlah anak didiknya mengalami kesurupan massal. Irma mengaku tidak mengetahui mengapa hal itu bisa terjadi.

"Hari Rabu (23/1) beberapa siswi kesurusupan. Lalu, jumat (25/1) ini terulang lagi," kata Irma.

"Mungkin anak-anak kecapekan, soalnya kan kemarin baru libur. Mungkin saat libur itu mereka banyak sekali kegiatan," kata Irma. Sementara, ujar Irman, untuk kegaitan di SMPN 47 sama dengan sekolah lain.

"Mungkin siswa-siswi yang kesurupan itu karena kecapekan di luar hari sekolah.

Seorang pelajar SMPN 47, Muhamad Fahriza Yordani (13), siswa kelas VIII-2, mengatakan, peristiwa kesurupan terjadi pada Jumat (25/1) sekitar pukul 07.30.

Saat itu, kata Fahriza, seluruh siswa-siswi tengah mengikuti kegaitan Tadarusan di seluruh ruang kelasnya masing-masing. Di SMPN 47, ada 21 ruang kelas.

Tadarusan itu dilakukan oleh seluruh siswa dengan cara mendengarkan lewat speaker. Saat itulah, kata Fahriza, tiga siswi dan satu siswa di kelasnya mendadak berteriak-teriak.

Mereka adalah Tita (13), Sarah (13), Chika (13), dan seorang lagi Satria (13). Menurut Fahriza, Sarah, Chika dan Satria hanya berteriak-teriak dan meraung-raung saja.

"Tidak jelas kalau mereka bertiga apa yang diteriakKan," kata Fahriza, ditemui di rumahnya yang tidak jauh dari lokasi SMPN 47.

Sedangkan, Tita, kata Fahriza berteriak-teriak menyebut 'mana anak saya' berulang kali. Melihat kejadian itu, guru-guru SMPN 47 lekas memanggil tokoh-tokoh agama yang tinggal tak jauh dari sekolah.

Kemudian siswa-siswi yang belum kesurupan dipisahkan dan lekas diminta untuk keluar dari ruang kelas. Namun, tak lama setelah itu, siswa-siswi di kelas lain pun ikut kesurupan dan berteriak-teriak.

"Akhirnya itu di semua kelas ada yang kesurupan. Kebanyakan yang kesurupan itu adalah siswi," kata Fahriza kepada Warta Kota.

Setidaknya, berdasarkan informasi, ada sekitar 20 siswa yang kesurupan. Siswa-siswi yang tidak mengalami kesurupan kemudian diimbau untuk pulang.

Sedangkan, siswa-siswi yang kesurupan disadarkan di kelasnya masing-masing. Mereka ditidurkan di lantai sambil dibacakan doa dan ditepuk-tepuk pipinya agar sadarkan diri.

Menurut Fahriza, guru-guru yang dibantu tokoh agama itu membutuh waktu sekitar dua jam untuk bisa menyadarkan siswa-siswi yang kersurupan. Sementara itu, guru-guru lainnya menghubungi orangtua siswa-siswi yang tadi kesurupan agar datang ke sekolah dan menjemput anaknya. Sekitar pukul 09.30, anak-anak yang kesurupan sudah sadar semua dan diperbolehkan dipulangkan.

"Ada yang pulang dijemput orangtuanya, ada pula yang akhirnya pulang sendiri," kata Fahriza.

Sementara, peristiwa serupa pada Rabu (23/1), terjadi siswa-siswi SMPN 47 tengah istirahat siang. Awalnya, hanya satu siswa yang kesurupan, kemudian menyebar ke siswa-siswi lainnya. Saat itu, pihak sekolah pun terpaksa memulangkan siswanya pukul 11.30, padahal kegaitan belajar mengajar semestinya baru berakhir pukul 13.00.

Editor: Rachmat Hidayat
0 KOMENTAR
1371112 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas