• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Duda Tua Sodomi Bocah Teman Anaknya Sendiri

Rabu, 13 Maret 2013 16:10 WIB
Duda Tua Sodomi Bocah Teman Anaknya Sendiri
Ilustrasi korban sodomi

Laporan Wartawan Wartakotalive.com Gopis Simatupang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - JS alias Iyul, lelaki tua berumur 57 tahun, tega melakukan sodomi terhadap dua bocah lelaki kakak-beradik, yakni KB (5) dan DP (12), di rumahnya, Komplek Hankam Cidodol RT 10/11 Nomor 17 Grogol Selatan, Kebayoran Lama.

Kedua korban merupakan tetangga pelaku. Salah satu korban, yakni DP, bahkan adalah teman bermain anak pelaku sendiri.

"Kedua korban tinggal di sebelah rumah pelaku. Mereka adalah teman bermain anaknya sendiri," ujar Ajun Komisaris Besar Polisi Hermawan, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestro Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2013).

Hermawan menjelaskan, tindakan amoral yang dilakukan Iyul terhadap kedua bocah tersebut terjadi pada tahun 2012. KB disodomi pada awal Februari, sedangkan DP mendapat perlakuan serupa pada September. Iyul sendiri telah menduda selama kira-kira 10 tahun.

Dijelaskan Hermawan, perbuatan asusila ini terungkap setelah KB melaporkan kepada orangtuanua perihal tindakan bejat yang dilakukan Iyul.

"Awalnya, KB bercerita kepada orangtuanya bahwa ia disodomi oleh tersangka. Lalu orangtua melaporkannya kepada Polres Jakarta Selatan pada 10 November 2012," kata Hermawan.

"Jadi, korban diiming-imingi uang Rp 1.000 kemudian diajak masuk ke dalam rumah pelaku. Di sana, pelaku dicabuli. Setelah itu, korban diancam akan dibunuh jika melaporkan kejadian itu kepada siapapun," beber Hermawan.

Meski sudah dilaporkan sejak November tahun lalu, jelas Hermawan, petugas tidak langsung menangkap Iyul. Penyebabnya, petugas masih mencari bukti-bukti pendukung.

"Hasil visum kami, memang ada memar merah terdapat di dubur dari anak tersebut, sebagai aibat dari benda tumpul. Kami juga telah memanggil saksi ahli yang menguatkan perbuatan tersangka," bilang Hermawan.

Kakak-beradik

Sementara itu, di saat petugas masih mengumpulkan bukti-bukti pencabulan terhadap BK, sang kakak, yakni DP, ternyata juga mengaku pernah dua kali disodomi oleh Iyul di bulan September 2012. Namun, DP baru melaporkannya pada Minggu (10/3/2013) lalu.

"Kita juga bingung mengapa kakaknya baru melaporkannya belakangan. Kalau dia melaporkan pada November tahun lalu, kan kita bisa langsung menangkap pelaku," kata Hermawan.

Hermawan menjelaskan, peristiwa yang dialami DP terjadi suatu siang di bulan September kira-kira pukul 14.00 WIB.
"Tersangka memanggil korban masuk ke dalam rumahnya, kemudian korban disuruh masuk ke dalam kamar tersangka dan celana korban dilepas," cerita Hermawan.

Setelah itu, lanjut Hermawan, DP diminta menungging dan setelah itu pelaku melakukan perbuatan bejatnya hingga korban merasakan sakit.

"Tak lama kemudian korban disuruh untuk memakai lagi celananya dan diancam dengan berkata, "Jangan bilang siapa-siapa ya, nanti saya bacok kamu'," jelas Hermawan.

Setelah melakukan visum terhadap DP, kakak BK, terbukti bahwa BK telah mengalami perbuatan asusila.

"September 2012 itu kami melakukan visum kedua, dan korban kedua mendapatkan luka memar yang sama. Alat bukti cukup kuat, sudah dua saksi," bilang Hermawan.

Dalam waktu dekat, kata Hermawan, Iyul akan menjalani tes kejiwaan di Polda Metro Jaya. Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan adanya korban lain. Pelaku diancam pasal 292 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Warta Kota
0 KOMENTAR
1548052 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas