Senin, 24 November 2014
Tribun Jakarta

Polisi Buru Pelaku Perampokan Penumpang Taksi di Bundaran HI

Kamis, 14 Maret 2013 21:59 WIB

Polisi Buru Pelaku Perampokan Penumpang Taksi di Bundaran HI
Tribunnews.com/theresia felisiani
Air Soft Gun milik perampok

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasat Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Herry Heryawan mengatakan anggotanya di lapangan sedang mengejar pelaku perampokan dua karyawati hotel di dalam taksi.

"Pelakunya sudah diketahui, sedang dalam perburuan. Sebentar lagi pasti tertangkap," ujar Herry, Kamis(14/3/2013).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, aksi perampokan di dalam taksi kembali terjadi, dan korbannya lagi-lagi perempuan. FW dan LS, dua karyawati di sebuah Hotel di kawasan Bundaran HI ini, Jumat (8/3/2013) lalu menjadi korban perampokan di dalam taksi dan dibuang di lapangan kosong di daerah Kalideres, Jakbar.

Atas kejadian yang menimpa keduanya, korban yakni FW melaporkan kejadian tersebut ke SPK Polda Metro Jaya, Sabtu (9/3/2013) pukul 05.00 wib, dengan no laporan LP/783/III/2013/pmj/dit.Reskrimum.

Saat ditemui di Resmob Polda Metro Jaya, LS menceritakan kejadian berawal saat ia dan FW hendak pulang ke rumah usai bekerja di salah satu hotel di kawasan Bundaran HI.

"Waktu saya dan teman saya mau pulang, kami cari taksi. Karena macet dan antrian taksi panjang. Saya memutuskan mencari dan menyetop taksi di luar dari kawasan hotel," ucap
LS, Kamis (14/3/2013).

Lalu tak lama menunggu sekitar pukul 22.30, ada taksi putih bermahkota kuning tepat berhenti di depan LS. Dan akhirnya keduanya masuk dalam taksi.

Saat masuk ke taksi, LS pun mengaku sama sekali tidak curiga pada supir taksi lantaran sang supir mengenakan seragam. Dan saat dilihat taksi itu bernama "Pratama"

Lalu taksi meluncur ke arah tanah abang, lalu ke Benhil dan ke Pancoran untuk mengantar kedua sahabat itu kembali ke rumah masing-masing.

Naasnya saat tiba di belakang apartemen Sahid, pintu taksi tiba-tiba di log. Saat itulah kedua korban merasa curiga dan ada yang tidak beres.

"Dari jok belakang ada yang dorong, kaki kami sampai naik ke jok depan untuk menahan dorongan dari belakang. Supir taksinya menyabetkan gergaji besi kecil ke arah kami. Kami sudah berupaya teriak dan buka pintu tapi gagal," tutur LS.

Kemudian masuk dua orang lainnya dari belakang yang ternyata satu komplotan dengan supir taksi. Kedua korban lalu diperintahkan tiarab ke bawah dan mata serta mukanya dilakban seperti mumi.

"Di jalan, perhiasan dan uang kami dirampas, kami juga dihajar, ditonjok dan dipukul. Bahkan isi ATM, uang di dompet serta HP ikut diambil," ungkap LS.

Lebih lanjut, FW menambahkan usai segala harta bendanya dilucuti keduanya dibuang di sebuah lahan kosong yang penuh semak belukar di kawasan Jakbar. Dan beruntung ada tiga pemuda yang menolong dan mencarikan keduanya taksi untuk pulang ke rumah.

"Sempat luka-luka lebam juga, hidung sampai keluar darah. Pagi habis kejadian baru kami beranikan diri lapor ke Polda. Jujur kami berdua trauma naik taksi," terang FW.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas