• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Jakarta

Puluhan Anggota Brimob 'Geruduk' Mapolres Kota Depok

Senin, 18 Maret 2013 14:41 WIB
Puluhan Anggota Brimob 'Geruduk' Mapolres Kota Depok
Tribun Sumsel
Ilustrasi brimob

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Merasa tidak puas dengan perkembangan kasus penganiayaan istrinya, seorang anggota Brimob Kelapa bersama puluhan anggota Brimob Dua Depok mendatangi Mapolres Kota Depok, Senin (18/3/2013).

Anggota Brimob yang diketahui bernama Briptu Mukhtar itu mempertanyakan perkembangan kasus penganiayaan istrinya yang bernama Ermawati oleh seorang warga negara Iran bernama Uresh Khurman.

"Ada sekitar 20-30 orang tadi pagi yang datang ke Mapolres Depok," ujar Kasubag Humas Polres Kota Depok Aiptu Bagus Suwardi kepada Tribunnews.com, Senin (18/3/2013).

Bagus sendiri mengatakan tidak ada insiden apapun dalam kedatangan puluhan anggota Brimob tersebut, mereka hanya menanyakan perkembangan kasus yang menimpa istri Briptu Muhtar.

Kasus penganiayaan itu sendiri terjadi sekitar tanggal 14 Desember 2012 lalu, di depan Kelurahan Tugu, Cimanggis. Saat itu Ermawati tengah ada di sepeda motornya, tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Uresh melaju mundur dan mengenai motor Ermawati.

Ditabrak, spontan Ermawati menggebrak bagian mobil milik Uresh untuk menghentikan mobil. Namun ternyata Uresh justru tidak terima dan turun dari mobil serta memukul kepala Ermawati sebanyak tiga kali sambil berteriak-teriak marah. "Jadi sopir (Uresh) turun dan memukul Ibu Ermawati sebanyak tiga kali sambil marah-marah," imbuh Bagus.

Setelah itu si pengemudi masuk ke mobil dan melajukan mobilnya, namun ternyata saat Ermawati melanjutkan perjalanannya, lajunya dihadang oleh mobil terlapor. Ermawati pun bertanya kenapa jalannya dihalangi, tapi si pengemudi justru memukul Ermawati sampai terhuyung.

Korban kemudian melaporkan tindak kekerasan tersebut ke Mapolres Kota Depok. Namun ternyata sampai dengan saat ini belum ada perkembangan yang signifikan terkait kasus tersebut, inilah yang kemudian menyebabkan Briptu Mukhtar dan kawan-kawannya mendatangi Mapolres Kota Depok pagi tadi.

Namun Bagus menjelaskan, Polres Depok sampai dengan saat ini masih menangani kasus tersebut namun terhalang kendala bahasa, dimana terlapor mengaku hanya bisa berbahasa Persi.

Pihak Polres Depok menegaskan bahwa pihaknya masih terus berupaya memproses kasus penganiayaan tersebut. "Kita sudah minta penerjemah dari Mabes dan Polda ternyata tidak ada, kemudian kita minta dari Kedubes Iran namun belum juga ada realisasi. Padahal kami sudah minta lebih dari tiga minggu lalu," tandasnya.

Baca juga:

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1567361 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas