• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Buruh Tangerang Minta 1 Mei Libur Nasional

Kamis, 4 April 2013 12:43 WIB
Buruh Tangerang Minta 1 Mei Libur Nasional
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Puluhan ribu buruh memeringati Hari Buruh Internasional, di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (1/5/2012).

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Valentino Verry

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan buruh di Kabupaten Tangerang berencana menggelar aksi demo besar-besaran, pada peringatan Hari Buruh Dunia, 1 Mei mendatang.

Demikian dikatakan Ketua Presidium Aliansi Rakyat Tangerang Raya (Altar) Koswara, Kamis (4/4/2013).

"Seperti biasa, tiap tahun kalangan buruh akan merayakan May Day. Kami akan aksi demo," ucapnya.

Aksi demo besar saat perayaan May Day, kata Koswara, masih perlu dilakukan buruh. Karena, buruh belum mengalami kemerdekaan, dan kesejahteraan buruh masih di bawah rata-rata.

"Kami minta, 1 Mei dijadikan libur nasional," ujarnya.

Menurut Koswara, aksi demo dilakukan sebagai salah satu cara memerjuangkan hak-hak buruh.

"Jika kami tidak peringati, dianggap kondisi perburuhan sudah baik. Padahal, faktanya masih jauh dari harapan," imbuhnya.

Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Imam Sukarsa menambahkan, pihaknya akan mengerahkan 10 ribu buruh.

"Rencananya tanggal 25 April nanti, untuk mengawali hari buruh atau May Day, kami akan melakukan aksi. Ini kami pandang perlu, karena masih banyak kaum buruh yang tidak mendapatkan hak-haknya sesuai undang-undang," tuturnya.

Mengantisipasi aksi demo besar-besaran, pihak Polresta Tangerang terus berupaya merangkul berbagai kelompok buruh.

"Perlu duduk bersama kawan-kawan buruh, untuk mendengarkan aspirasi mereka. Karena, ini juga menyangkut kepentingan masyarakat luas," kata AKBP Kresno Halomoan Siregar, Wakapolresta Tangerang.

Menurut Kresno, sesuai protap, kelompok buruh harus melaporkan rencana aksi demo. Selanjunya, pihak kepolisian akan mengawal, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Kresno memaparkan, berdasarkan data Resintel Polresta Tangerang, dalam tiga bulan terakhir terjadi 90 kali unjuk rasa buruh. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 33 kegiatan unjuk rasa yang melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

"Sesuai tanggung jawab kami, kepolisian tetap akan mengamankan segala kegiatan masyarakat, termasuk buruh. Tapi, harus ada konfirmasi dengan kepolisian," terangnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1629782 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas