• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jakarta

Saran Prof Tjipta untuk Jokowi: Jangan Maju Capres Tahun Depan

Kamis, 11 April 2013 13:39 WIB
Saran Prof Tjipta untuk Jokowi: Jangan Maju Capres Tahun Depan
Imanuel Nicolas Manafe/Tribunnews.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bersama Kepala BPK Perwakilan DKI Jakarta, Blucer W Rajagukguk di Gedung BPK DKI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Timur, Kamis (28/3/2013).

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Valentino Verry

Tribunnews.com, Tangerang -  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ditodong pertanyaan oleh seorang mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) terkait kemungkinan dirinya mencalonkan diri menjadi Presiden RI.

"Apakah bapak siap mencalonkan diri pada pilpres 2014 mendatang?" ujar seorang mahasiswa saat acara kuliah umum bersama Jokowi, Kamis (11/4).

Mendapat pertanyaan seperti itu, Jokowi langsung merespons sambil tersenyum. "Sekarang saya mau fokus dulu, pikirkan bagaimana mengatasi masalah macet, banjir, monorail, MRT, kesenjangan masyarakat, dan copet dulu," ucapnya.

Karena itu kata Jokowi, dirinya tidak terpengaruh oleh hasil survei yang menyatakan bahwa dirinya adalah tokoh yang paling populer dan banyak dipilih jika mencalonkan diri menjadi Presiden RI.

Mendengar jawaban seperti itu, Profesor Tjipta Lesmana, dosen ilmu politik di UPH, yang mendampingi Jokowi saat acara kuliah umum, langsung merespon, "Sebaiknya jangan maju pak tahun depan".

Akan tetapi pada acara kuliah umum itu, pihak sivitas UPH seolah menodong Jokowi untuk memaparkan visi/misinya mengenai Indonesia baru. Hal itu sempat mendapat komplain dari Jokowi.

"Saya disuruh kasih kuliah umum dengan tema Jakarta Baru, Indonesia Baru. Kalau Jakarta baru baiklah. Tapi kalau Indonesia baru, bagaimana ini," selorohnya.

Namun guna menyenangkan permintaan sivitas akademika UPH, Jokowi memenuhinya, dengan memaparkan calon pemimpin Indonesia mendatang.

"Pemimpin Indonesia itu harus visioner, mau dibawa kemana negara ini? Harus ada diferensiasi dengan negara lain. Jadi dalam membangun negara ini fokus," ucapnya yang disambut riuh tepuk tangan.

Seorang pemimpin kata Jokowi harus bersikap tegas dalam menegakkan aturan hukum. Seperti misalnya ketika dirinya harus membongkar bangunan di daerah Pluit, Jakarta Utara. "Saya minta kepada pemilik showroom untuk mundur, dan dia menerima tanpa marah-marah. Jadi bersikap adil tidak hanya kepada rakyat kecil tapi juga yang kaya," ucapnya.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1656692 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas