• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Jakarta

BNN Musnahkan Sabu Asal Malaysia

Rabu, 17 April 2013 12:06 WIB
BNN Musnahkan Sabu Asal Malaysia
budi sam law malau
enam tersangka pemilik sabu yang dimusnahkan BNN

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau


Tribunnews.com, Jakarta -  Sebanyak 4069,3 gram narkotika jenis sabu asal Malaysia dimusnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Rabu (17/4/2013) pagi.

Sabu dimusnahkan dengan dibakar di dalam incenerator atau mesin pemanas di Halaman Kantor BNN, di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur. Sabu tersebut adalah barang bukti dari pengungkapan 6 tersangka jaringan pengedar sabu Internasional yang biasa menyelundupkan sabu ke Indonesia melalui Nunukan, Kalimantan Timur.

Jaringan ini dibongkar BNN sejak 31 Maret sampai awal April 2013 lalu. Ke enam tersangka yang dibekuk adalah TS (26), JM (25), RM (33), SA (50), AR dan SM. Mereka adalah warga negara Indonesia asal Nunukan.

Dari tersangka diketahui bahwa sabu yang diselundupkan melalui kapal laut itu berasal dari SU dan AS yang tinggal di Malaysia. AS diketahui warga negara Malaysia, sementara SU warga negara Indonesia. Keduanya kini menjadi buronan BNN dan Interpol Internasional.

Kabag Humas dan Dokumentasi BNN, Sumirat Dwiyanto, dalam jumpa pers di Kantor BNN di Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (17/4/2013) menjelaskan dari ke enam tersangka disita total barang bukti 5165, 3 gram sabu. Mereka mengakui bahwa sabu milik mereka berasal dari Malaysia.

Dari jumlah itu, 1096 gram disisihkan sebagai barang bukti di pengadilan. Sehingga sabu yang dimusnahkan BNN dari pengungkapan kasus ini sebanyak 4069,3 gram sabu.

Sumirat menjelaskan pemusnahan sabu ini adalah sesuai dengan amanat Pasal 75 huruf K dan Pasal 91 UU No 35/2009 tentang narkotika, dimana setiap barang bukti narkotika harus dimusnahkan jika kasusnya sudah mendapatkan ketetapan pengadilan.

Menurut Sumirat terungkapnya jaringan ini berasal dari kerjasama BNN dengan Polres Tarakan Kalimantan Timur. Awalnya mereka melakukan pengintaian terhadap TS, JM, RA, dan SA.

Pada Kamis 28 Maret 2013, petugas melakukan penyelidikan di rumah TS di Perum Pertamina, Tarakan, Kalimantan Timur. Pada hari Minggu 31 Maret 2013 BNN menggeledah rumah TS dan menemukan 1 (satu) bungkus sabu sebanyak 1096 gram. Sabu dibungkus dengan menggunakan plastik bening berlapis lakban dan alumunium foil dan disimpan didalam koper hitam milik tersangka.

Dari TS, petugas menangkap tiga rekannya JM, RA dan SA. Ketiganya dibekuk saat akan menyelundupkan sabu melalui Pelabuhan Tunontaka, Nunukan, Kalimantan Timur, dengan menggunakan Kapal KM UMSINI tujuan Tarakan-Nunukan-Balikpapan-Parepare, Sulsel, awal April lalu.

Dari ketiga tersangka BNN menyita barang bukti 4069,3 gram sabu yang dikemas dalam empat dus susu dan disimpan didalam tas ransel berwarna putih. "Petugas nyaris terkecoh karena sabu disimpan dalam dus susu," kata Sumirat.
Dari hasil pemeriksaan, kata Sumirat, para tersangka mengaku mendapat sabu dari seorang pria berinisial AR. Petugas akhirnya melakukan penangkapan terhadap AR di kediamannya di Jalan Inhutani, Nunukan, Kalimantan Timur, pada hari Jumat, 05 April 2013 pukul 19.30.

Kepada petugas AR sendiri mengaku mendapat barang tersebut dari tersangka lain berinisial SM yang kemudian di tangkap di hari yang sama pukul 21.30 di Jalan Tien Suharto, Nunukan, Kalimantan Timur.

SM mengaku barang tersebut ia dapatkan dari seseorang berinisial SU (DPO) di Malaysia atas perintah AS (DPO) yang juga berada di Malaysia. AS adalah warga negara Malaysia sementara SU warga negara Indonesia. "Petugas terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini," kata Sumirat.

Sumirat menjelaskan ke enamnya dijerat pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1), dan/atau Pasal 137 huruf (a) dan (b) Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancama hukuman seumur hidup atau maksimal pidana mati dengan denda maksima Rp 10 Miliar.

Selain memusnahkan sabu asal Malaysia, dalam kesempatan itu BNN juga memusnahkan sekitar 850 gram sabu asal Nigeria dan Liberia serta 0,4 gram heroin dari dua kasus pengungkapan lainnya. (bum)

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1679432 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas