• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Kepsek SDN Pondok Kelapa 01: Tak Ada Pelarangan untuk Syfa

Jumat, 19 April 2013 18:41 WIB

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Kelapa 01 Pagi, membantah jika pihaknya telah menyarankan siswa kelas VI di sekolah mereka atas nama Muhamad Syfa Firdaus (12) untuk tidak ikut Ujian Nasional (UN) SD pada awal Mei mendatang.

Pihak sekolah juga mengklarifikasi bahwa tidak pernah sama sekali memvonis Syfa tidak akan lulus UN apalagi melarangnya ikut UN.

Kepala SDN Pondok Kelapa 01 Pagi CH Sugiyarti menjelaskan, yang terjadi adalah pihak sekolah mengajak orangtua Syfa untuk lebih memperhatikan Syfa dan belajarnya menjelang UN ini.

Pasalnya nilai try out ujian Syfa selalu jelek dan selalu terendah di kelasnya. Karenanya pihak sekolah memberi pengertian kepada orangtua, jika nantinya Syfa tidak berhasil lulus UN, maka orangtua harus mampu menerima kenyataan dengan lapang dada.

"Itu yang saya katakan, kepada orangtua Syfa. Jadi tidak ada pelarangan UN apalagi memvonis dia tidak akan lulus UN," kata Sugiyarti saat ditemui Warta Kota, di Kantor Kasi Pendidikan Dasar Kecamatan Durensawit, Jumat (19/4/2013) siang.

Seperti diberitakan sebelumnya, karena nilai try out ujian yang selalu jelek, Muhamad Syfa Firdaus (12), siswa kelas VI SDN Pondok Kelapa 01 Pagi, Jakarta Timur dilarang oleh pihak sekolah untuk mengikuti Ujian Nasional (UN).

Alasannya, pihak sekolah menganggap Syfa akan kesulitan mengerjakan soal-soal UN dan dianggap tidak akan lulus UN.

Sugiyarti mengatakan, pertemuan dengan orangtua Syfa pada 5 April lalu, sebenarnya saat itu pihaknya bukan hanya mengundang orangtua Syfa saja.

Tetapi juga siswa lainnya yang sering tidak masuk sekolah tanpa keterangan, sering terlambat, sering tidur dalam kelas ketika pelajaran berlangsung, serta siswa yang beberapa kali try out nilainya rendah.

Selain itu, pihak sekolah juga memanggil 16 orangtua siswa kelas VI yang pada 30 Maret 2013, mereka tidak masuk sekolah tanpa keterangan apapun.

"Mulai 2 April, satu persatu orangtua murid yang kami undang dan kami panggil datang satu persatu. Orangtuya Syfa datang tanggal 5 April," kata Sugiyarti.

Menurut Sugiyarti kepada ibunda Syfa, selain mengajak untuk lebih memperhatikan anaknya dan lapang dada jika ternyata nanti gagal UN, saat itu dirinya juga mengatakan bahwa saat UN pihak sekolah tidak dapat membantu apa-apa lagi saat seperti sebelumnya yang selalu dilakukan guru sekolah kepada Syfa, saat ujian sekolah atau try out.

Bantuan itu berupa pengisian nama dan identitas. Sebab Syfa selalu kesulitan dan selalu salah setiap mengisi nama dan identitas dirinya di kertas ujian sekolah atau ujian try out.

Hal inilah salah satu yang diminta sekolah agar orangtua terus melatih Syfa agar mampu dengan baik menulis nama dan identitas dirinya. Sebab dengan nama dan identitas diri yang salah di lembar UN maka nilai Syfa bisa tidak akan keluar.

"Intinya ini bentuk perhatian kami kepada peserta didik dan mengajak orangtua untuk tetap optimis walaupun kalau gagal harus menerima kenyataan dengan lapang dada," papar Sugiyarti.

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1690331 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas