• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Dinas Sosial Jakarta Timur Sudah Jaring 341 PMKS

Selasa, 23 April 2013 17:08 WIB
Dinas Sosial Jakarta Timur Sudah Jaring 341 PMKS
NET
ILUSTRASI

Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hingga April 2013, Suku Dinas Sosial Jakarta Timur sudah menjaring 341 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Para PMKS lalu dibawa ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya II, di Cipayung, Jakarta Timur, untuk dibina dan diberi keterampilan.

Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Timur Aji Antoko mengatakan, upaya menjangkau dan membina PMKS sebagai upaya menciptakan kenyamanan bagi warga.

Diharapkan, nantinya Jakarta Timur bebas PMKS. Menurut Aji, penertiban PMKS dilakukan terakhir kali pada 19 April 2013. Saat itu, 19 PMKS diamankan, dan akan langsung dibina pihaknya. Mereka terdiri dari pekerja seks komersil (PSK), pengemis, gelandangan, dan tukang parkir liar.

"Kami bekerja sama dengan Satpol PP Jakarta Timur. Mereka yang bertugas dalam penertiban. Sedangkan kami menampung PMKS dan membinanya di panti sosial," kata Aji Antoko, Selasa (23/4/2013).

Sebelumnya, papar Aji, pada 17 April 2013 juga dilaksanakan penjangkauan PMKS, di mana delapan PMKS yang semuanya pengemis dan psikotik diamankan.

"Sampai 23 April, sudah ada 341 PMKS yang berhasil kami jangkau," ungkap Aji.

Menurutnya, selama enam bulan ke depan pihaknya akan terus menggencarkan penjangkauan pada PMKS, yang untuk selanjutnya dilakukan evaluasi.

Sebagai wilayah dengan jumlah penduduk terbanyak dan juga terluas di Jakarta, PMKS di wilayah Jakarta Timur tergolong sedikit. Pada 2012 lalu, tercatat sebanyak 825 PMKS yang terjaring Suku Dinas Sosial Jakarta Timur selama satu tahun.

Jumlah itu meningkat dibandingkan 2011 lalu, yang mencapai  778 orang.
Aji menuturkan sejumlah titik yang rawan PMKS di Jakarta Timur adalah perempatan Cililitan; kawasan Garuda, Kramat Jati; Sekitar Terminal Bus Kampung Rambutan, Pasar Rebo; kawasan TMII; dan Kebon Nanas.

Ali berharap, dengan dilakukannya kegiatan penjangkauan PMKS, akan bisa meminimalisasi kriminalitas di Jakarta Timur.

"Juga untuk mewujudkan Jakarta Baru, Jakarta bersih, termasuk bersih dari PMKS, meskipun sebagian PMKS bukan orang Jakarta, tapi pendatang dari daerah-daerah," papar Aji. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1703802 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas