Jumat, 21 November 2014
Tribun Jakarta

Beberapa Camat di Jaktim Kesulitan Jawab Soal

Minggu, 28 April 2013 15:49 WIB

Beberapa Camat di Jaktim Kesulitan Jawab Soal
Wartakotalive.com/Bintang Pradewo
Uji kompetensi lurah dalam seleksi dan promosi terbuka yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di SMAN 70, Sabtu (27/4/2013).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Uji kompetensi lurah dan camat dalam seleksi dan promosi terbuka, digelar Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (27/4/2013) kemarin.

Beberapa camat di Jakarta Timur sempat kesulitan, namun, seleksi kali ini masih dapat dikerjakan dengan baik.

"Enggak begitu sulit sih, karena soal-soal tadi sesuai tupoksi, tidak ada kesulitan. Kalau teori dengan praktik lapangan beda, teori masalah anggaran memang tupoksi," ujar Makmun, Camat Makasar, saat dihubungi, Minggu (28/4/2013).

Makmun mengaku telah menyiapkan diri dengan baik, sebelum mengikuti seleksi ujian, yang dikerjakan di SMAN 1 Budi Utomo Jakarta Pusat.
Ia sempat mendapat kendala teknis dalam pengerjaan soal yang dilakukan dengan sistem online.

"Awalnya sempat mengalami kendala ketika waktu uji coba. Namanya jarang pegang laptop, pasti ada aja kendalanya. Tapi, setelah itu bisa dikerjakan dengan baik," tuturnya.

Lain halnya dengan Camat Duren Sawit Wahyu Supriyatna. Ia mengikuti seleksi lelang jabatan di SMAN 3 di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Tadi, soal umum biasa saja. Karena semua dadakan, tadi ada materi yang bisa, ada yang enggak. Umumnya, alhamdullilah bisa dikerjakan," ungkapnya.

Wahyu memaparkan, dalam seleksi jabatan kali ini, ia mengaku mendapat banyak soal-soal yang berbau teoristis. Sementara, sehari-hari ia mengerjakan secara praktik di lapangan.

"Banyak soal yang teoristis, sementara sebagai camat kami selalu spontan di masyarakat, jadi tidak begitu mengerti perda," cetusnya.

Sementara, Camat Pasar Rebo Premilasari, mengaku sempat mendapat kesulitan saat mengerjakan soal seleksi lelang jabatan.

"Seleksi tadi di SMK 14, kendalanya tadi sempat dapat mouse dan perangkat komputer yang tidak bagus. Awal-awal baru uji coba, lembar soal sudah tidak bisa dibuka," papar Premilasari

Namun, masalah teknis tersebut masih dapat dilalui tanpa ada masalah serius. Permilasari mengaku tidak begitu sulit mengerjakan soal-soal tersebut.

"Ada pertanyaaan biasa, tapi ada juga yang sulit. Saya akui, pertanyaan ini dibuat oleh orang yang berkualitas, karena ada soal yang menjebak. Nilainya baru keluar Hari selasa, jadi belum bisa komentar," bebernya. (*)

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas