• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jakarta

15 Anak Disodomi di Rumah Kontrakan

Kamis, 2 Mei 2013 15:13 WIB
15 Anak Disodomi di Rumah Kontrakan
Ist
Ilsutrasi

Laporan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ASS (28) guru mengaji yang diduga menyodomi 15 anak lelaki muridnya dan sempat disekap warga, namun akhirnya digelandang ke Mapolrestro Jakarta Timur, Jumat (26/4/2013) lalu, akhirnya mengakui bahwa ia menyodomi para korbannya di dalam rumah kontrakannya di kawasan Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polrestro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar M Saleh, Kamis (2/5/2013) siang.

Menurut Saleh, ASS melakukan tindak sodomi pada anak-anak muridnya sejak ia mengajar mengaji di kawasan Cakung, setahun lalu.

Saleh mengatakan setelah sebelumnya sudah delapan bocah yang ditemani orangtuanya melaporkan ASS ke Polres Metro Jakarta Timur, sampai Kamis ini ada enam bocah lagi yang sudah melapor dan di BAP.

"Totalnya sekarang sudah ada 14 bocah korban sodomi, yang melapor dan di BAP," kata Saleh.

Menurut Saleh, para korban berusia antara 7 sampai 12 tahun yang merupakan warga sekitar.

"Ada orangtua yang baru tahu kalau anaknya juga jadi korban," kata Saleh.

Menurut Saleh, 14 korban sudah divisum di RS Polri Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil visum itu tampak jelas seluruh bocah sudah mengalami kekerasan seksual dengan cara disodomi oleh ASS, yang memiliki tato di punggung itu.

Saleh menjelaskan sebenarnya profesi ASS adalah kurir pengantar barang. Sementara guru mengaji hanyalah profesi sampingannya saja.

Seperti diketahui seorang guru mengaji berinisial AAS (28) babak belur dihajar warga karena diduga sudah menyodomi 15 bocah lelaki yang menjadi muridnya di kawasan Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (26/4/2013) sore.

Bahkan AAS sempat disekap oleh warga, selama satu jam di rumah salah seorang Ketua RW. AAS berhasil diamankan aparat Polsektro Cakung dari amukan warga, walau wajah AAS sudah babak belur.

AAS lalu digelandang ke Mapolrestro Jakarta Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

AAS adalah pria lajang yang merupakan warga setempat. Lima tahun lalu ia bersama keluarganya pindah ke Tangerang. Namun dua tahun belakangan AAS kembali lagi ke wilayah Cakung dan mengontrak satu rumah petakan di sana. Sejak itu mengajar mengaji anak-anak sekitar di salah satu rumah warga.

Saleh menjelaskan ASS dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Warta Kota
0 KOMENTAR
1737602 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas