• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Warga Waduk Pluit Kecewa Penggusuran Libatkan Brimob

Kamis, 2 Mei 2013 20:30 WIB
Warga Waduk Pluit Kecewa Penggusuran Libatkan Brimob
KOMPAS/LASTI KURNIA
Satpol PP mengeluarkan perabotan rumah warga saat pembongkaran permukiman liar di sisi barat Waduk Pluit Jakarta, Senin (15/4/2013). Pembongkaran yang dimulai pertengahan pekan lalu ini terus dijaga oleh pasukan gabungan yang terdiri dari polisi dan Satpol PP. KOMPAS/LASTI KURNIA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Warga waduk Pluit, Jakarta Utara kecewa terhadap Pemprov DKI Jakarta yang melakukan penggusuran dengan melibatkan aparat Brimob yang dianggap melampaui kapasitasnya sebagai aparat yang siap di medan pertempuran.

"Padahal, kalau cara yang di tempuh persuasif. Dan tidak arogan maka tidak akan menimbulkan masalah seperti sekarang ini," ujar Koordinator Gerakan Pembela Rakyat (Gapera), AM Arbi saat menggelar aksi Demonstrasi di Balai Kota, Jakarta, Kamis (2/5/2013).

Arbi juga mempertanyakan langkah penggusuran tersebut yang dinilainya tidak sesuai dengan janji Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang tidak ingin menggunakan cara kekerasan ketika melakukan relokasi warga.

"Apa yang kami rasakan sekarang bertolak belakang dengan janji Jokowi-Ahok pada saat kampenye Pemilukada lalu," kata Arbi.

Atas dasar itu, Arbi yang mewakili warga Waduk Pluit mendesak DPRD DKI Jakarta agar segera memanggil Jokowi-Ahok untuk meminta keterangan atas tindakan paksa penggusuran yang arogan terhadap warga pluit.

Kemudian, mendesak Kapolri agar segera mengusut keterlibatan aparat Brimob dalam penggusuran tersebut.

"Kepada Presiden SBY agar memperhatikan nasib kami sebagai WNI yang mendapat penzhaliman oleh Pemda DKI dan Aparat Brimob," kata Arbi.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas