Kamis, 27 November 2014
Tribun Jakarta

Perbudakan Buruh di Tangerang Diduga Dibekingi Dua Oknum Brimob

Sabtu, 4 Mei 2013 17:56 WIB

Perbudakan Buruh di Tangerang Diduga Dibekingi Dua Oknum Brimob
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Tersangka pelaku penyekapan dan tindak kekerasan terhadap buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus perbudakan dan penyiksaan yang terjadi di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, diduga melibatkan oknum aparat Brimob.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu korban bernama Arifudin (21).

"Waktu saya mau pulang kan enggak boleh sama bosnya. Dia bilang, kamu mau saya panggilin Brimob, biar ditembak kaki kamu kalau kabur," ujarnya kepada Kompas.com di halaman Polres Kota Tangerang, seperti dikutip Tribunnews.com, Sabtu (4/5/2013) siang.

Ancaman tersebut, ujar Arifudin, dikatakan oleh sang pemilik pabrik pembuatan kuali aluminium tersebut, yakni bernama Yuki Irawan (41).

Menurut Arifudin, dia sempat melihat oknum Brimob yang dimaksud sang bos. Sebab oknum Brimob yang berjumlah dua orang tersebut beberapa kali diketahui mendatangi pabrik rumahan tersebut.

"Namanya Nurjaman sama Agus. Dia datang pakai seragam lengkap sama pistolnya di samping, tapi sama kita enggak bilang apa-apa," ujarnya.

Soal dugaan keterlibatan aparat penegak hukum tersebut belum ditanggapi secara serius oleh pimpinannya. Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang, Kombes Drs Bambang Priyo Andogo mengatakan hanya akan menyelidiki dugaan itu.

Arifudin adalah salah satu dari 34 orang yang menjadi korban penyiksaan oleh seorang bos dan lima orang mandor di pabrik pembuatan kuali di Desa Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten.

Arifudin datang ke pabrik tersebut pada pertengahan bulan Februari 2013 lalu karena diajak kenalan saudaranya. Ia pun berangkat sekitar dua minggu setelahnya. Nahas, sejak saat itu, ia kerap mendapat perlakuan yang tidak layak. Beberapa hal yang dikatakan tak layak yakni mereka digaji rendah, serta tempat tinggalnya tak layak dengan kondisi lembab dan kotor.

Selain itu, para buruh tersebut juga kerap dipukuli jika tidak sesuai dengan keinginan sang bos, hingga tidak boleh keluar dari kawasan pabrik. Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dengan Polresta Tangerang menggerebek pabrik itu, Jumat (3/5/2013) siang.

Sebanyak 34 buruh berhasil dibebaskan dan lima orang tersangka berhasil dibekuk, yakni TS (35), YI (41), SM (34), S (31), dan N alias U (25). Adapun para tersangka dan korban masih diperiksa di Polresta Tangerang.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas