• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Bos Pabrik Kuali: Saya Khilaf dan Menyesal

Senin, 6 Mei 2013 18:42 WIB
Bos Pabrik Kuali: Saya Khilaf dan Menyesal
KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO
Sukaedi (18), buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium dirapikan rambutnya terlihat di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -  Yuki Irawan (41), tersangka utama perbudakan dan penganiayaan puluhan buruh pabrik kuali di Tangerang, mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengaku khilaf sehingga terjadi penyekapan dan penganiayaan dalam usaha yang dikelolanya.

"Dia bilang sih menyesal, dia bilang khilaf. Tapi yang penting tanggung jawab pidana harus dijalankannya," kata anggota Komisi III DPR RI, Indra, usai menemui tersangka Yuki di Mapolres Tangerang, Banten, Senin (6/5/2013).

Selain penyesalan, dia juga menjelaskan duduk perkara sehingga kasus perbudakan buruh bisa terjadi di tempatnya itu.

"Saya menyesalkan tindakan 'biadab' ini ada di sekarang ini. Ada intimidasi, upah tidak dibayar, ini patut diduga melanggar tindak pidana umum," ucap anggota komisi bidang hukum itu.

Sementara, Yuki yang berperawakan tambun berkulit hitam, dengan seragam tahanan birunya lebih memilih bungkam saat bertemu dengan wartawan.

Kasus perbudakan dan penganiayaan yang menimpa 34 buruh di pabrik kuali milik Yuki, Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, terungkap setelah dua buruh berhasil meloloskan diri melalui got.

Mereka bekerja selama 18 jam setiap hari tanpa dibayar. Dengan pakaian yang menempel di badan, mereka tinggal di sebuah ruangan sempit dan pengap.

Mereka harus menerima pukulan dan tendangan dari enam orang mandor dan sejumlah centeng bila melakukan kesalahan dalam pekerjaannya.

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
7 KOMENTAR
1753242 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • ariyanto-Kamis, 9 Mei 2013 Laporkan
    Hukum pancung . . .
  • JagalGulu-Selasa, 7 Mei 2013 Laporkan
    KHILAF!! Klo sudah ketahuan baru bisa bilang khilaf......Bagusnya di MUTILASI aj Orang orang yg terlibat di dalam perbudakan tersbut...Biar tidak bisa bilang Khilaf lagi....Enaknya mengucapkan kata Menyesal & Khilaf
  • irzaldi-Selasa, 7 Mei 2013 Laporkan
    Dasar...sudah ketahuan barus nyesal dan minta ampun. sebenarnya ini orang ingin tidak ketahuan, jadi memperkaya diri dengan uang haram kayak gini memdingan uang hasil ngak bener ini disumbangkan atau dikasih aja lagi ke pekerja yg di zalimin
  • Andri Agustin Maulana-Selasa, 7 Mei 2013 Laporkan
    dasar iblis bertubuh manusia
    khilaf ??? bila saya punya teman pembunuh
    pasti udah saya bayar untuk memutilasikan kau iblis bangs*t
  • rakyat-Senin, 6 Mei 2013 Laporkan
    Yuki Irawan??? Matiin aja deh orang yg kyk gtu.
    Soalny cm "nyampah" aja di dunia.
  • utuy-Senin, 6 Mei 2013 Laporkan
    Bagusnya si yuki di hukum di goreng dlm panci
  • Dian-Senin, 6 Mei 2013 Laporkan
    Yuki anjing loe! bangsa! Najis! Jijik gue sama loe, mati aja loe!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas