Minggu, 29 Maret 2015
Tribun Jakarta

Amelia Dikubur di Pabrik Kuali

Selasa, 7 Mei 2013 09:06 WIB

Amelia Dikubur di Pabrik Kuali
KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO
Buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Sebongkah makam bayi usia di bawah lima tahun ditemukan di pekarangan pabrik kuali dan panci CV Cahaya Logam, milik pengusaha yang memperbudak buruhnya di Tangerang, Banten.

Sementara Yuki Irawan (41), pemilik CV Cahaya Logam yang telah ditetapkan menjadi tersangka utama kasus ini mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. Saat ini, Yuki berada dalam penahanan Polres Kabupaten Tangerang, mengatakan kepada polisi makam itu adalah makam putrinya, Amelia.

"Itu makam almarhum Amelia. Anak kedua dari Pak Yuki dan istri, Maya," ujar Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang, Komisaris Polisi Shinto Silitonga di kantornya, Senin (6/5).

Shinto membantah makam tersebut adalah makam buruh yang bekerja di pabrik itu. "Itu makam anaknya. Umur anaknya 3 tahun, saat meninggal dunia pada 14 Mei 1997 karena sakit muntaber," jelas Shinto.

Sementara Yuki Irawan, tersangka utama perbudakan dan penganiayaan puluhan buruh pabrik kuali di Tangerang, mengaku menyesali perbuatannya. Ia mengaku khilaf sehingga terjadi penyekapakan dan penganiayaan dalam usaha yang dikelolanya.

"Dia bilang sih menyesal, dia bilang khilaf. Tapi yang penting tanggung jawab pidana harus dijalankannya," kata anggota Komisi III DPR RI Indra, usai menemui tersangka Yuki di Mapolres Tangerang, Banten, Senin (6/5).

Selain penyesalan, Yuli juga menjelaskan duduk perkara sehingga kasus perbudakan buruh bisa terjadi di tempatnya itu. "Saya menyesalkan tindakan 'biadab' ini ada di sekarang ini. Ada intimidasi, upah tidak dibayar, ini patut diduga melanggar tindak pidana umum," ucap anggota komisi bidang hukum itu.

Halaman12
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas