• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Jakarta

Konon, Yuki Irawan Sudah Diingatkan Istrinya

Selasa, 7 Mei 2013 07:24 WIB
Konon, Yuki Irawan Sudah Diingatkan Istrinya
KOMPAS images/KRISTIANTO PURNOMO
Lima orang tersangka pelaku penyekapan dan tindak kekerasan terhadap buruh pabrik industri pengolahan limbah menjadi perangkat aluminium terlihat saat rilis di Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013). Polres Kota Tangerang dan Kontras menggerebek serta membebaskan 34 buruh yang disekap di pabrik wajan di Kampung Bayur Opak RT 03 RW 06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO 

Tribunnews.com - Yuki Irawan (41), bos pabrik kuali di Kampung Bayur Opak RT 3, RW 6, Kelurahan Lebak Wangi, Kecamatan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, dikenal berperangai buruk. Baik kepada karyawan, anak dan istri Yuki sendiri, serta tetangga.

"Istrinya saja sudah capek dimarahi oleh tersangka. Karena mereka sering cekcok," kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang, Ipda Rolando Hutajulu, Senin (6/5/2013).

Menurut Rolando, Maya (38), istri pertama Yuki, sudah sering menasihati Yuki agar memperlakukan para karyawan secara manusiawi. Namun nasihat itu tak ditanggapi.

"Istrinya malah dimarahi. Istrinya itu takut pada tersangka," ujarnya.

Perangai buruk Yuki juga diakui Slamet Riyadi, tetangga.

"Kalau pas bawa mobil dan berpapasan dengan warga, tidak mau mengalah. Jika tidak minggir, bisa diserempet," katanya.

Menurut Slamet, perangai Yuki berubah sejak menjadi kaya raya dalam beberapa tahun terakhir.

"Dulunya waktu masih susah sih tidak sombong. Tapi begitu kaya, langsung berubah," katanya.

Apalagi Yuki memiliki saudara yang memiliki posisi penting di daerah itu. Seperti adik ipar bernama Mursan yang yang menjabat Kepala Desa Lebak Wangi.

Belum lagi kakak ipar, Aiptu Zulkarnaen, yang menjabat Katim Reserse Polsek Sepatan.

Di samping itu, Yuki juga memiliki kerabat yang bertugas sebagai Brimob di Serang, Banten.

"Hampir setiap hari anggota polisi selalu berjaga-jaga di depan pabrik ini. Selain itu juga ada mandornya yang jadi centeng dan tukang pukul," kata Slamet.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1754711 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas