• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Jakarta

Ahok Isyaratkan Proyek Deep Tunnel Tetap Jalan

Rabu, 8 Mei 2013 11:19 WIB
Ahok Isyaratkan Proyek Deep Tunnel Tetap Jalan
Pemprov DKI Jakarta
Deep Tunnel

Laporan Wartawan Tribunnews.com,Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deep Tunnel atau terowongan multifungsi yang merupakan proyek Pemprov DKI Jakarta ditunda oleh Kementerian PU lantaran tidak efisien.

Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi isyarat proyek terowongan multifungsi tersebut tetap berjalan.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, pihaknya memiliki perhitungan lain, sehingga mendapatkan hasil yang berbeda dengan milik Kementerian PU.

"Kami mau bangun ini pake duit swasta. Enggak tahu kalau Kementerian PU ," ujar Ahok di Balai Kota, Selasa malam (7/5/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengatakan, jika melihat hasil riset yang dilakukan investor atau swasta, justru terowongan multifungsi ini dinilai visible dibangun di Jakarta.

"Buat mereka ini layak untuk investasi," ucap Ahok.

Pada kesempatan yang berbeda, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun mengatakan tidak mungkin swasta berinvestasi apabila terowongan multifungsi tersebut tidak visible.

"Tapi kalau tidak visible ya enggak dong. Yo masak nyemplungin modal sebegitu gede hanya untuk rugi kan enggak mungkin," tutur Joko Widodo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU akan menunda proyek Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT) yang akan dibangun di Jakarta untuk mengurangi banjir.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, mengungkapkan dua alasan kenapa pemerintah menunda pembangunan proyek itu.

Alasan tersebut yakni membangun terowongan yang bisa menjadi jalan tol dinilai tidak sesuai dengan nilai investasi yang dibutuhkan.

Kemudian, jika dibandingkan dengan membuat sodetan serta normalisasi sungai, kegunaan terowongan multiguna tidak akan lebih baik, sebab deep tunnel hanya bisa mengalirkan air sebanyak 117 meter kubik per detik. Sementara itu, normalisasi Sungai Ciliwung bisa mengalirkan air sebanyak 550 meter kubik per detik.

Dari penggunaan dana pun, nilai investasi pembangunan terowongan bawah tanah multifungsi mencapai Rp44 triliun untuk jangka waktu operasional hingga 50 tahun. Sementara itu, normalisasi Sungai Ciliwung hanya membutuhkan investasi Rp1,2 triliun.

Deep tunnel tersebut akan dibangun sepanjang 26 kilometer dengan jalur mulai dari Balai Kambang hingga Pluit, dengan trase yang akan berada di bawah jalur kereta untuk menghindari fondasi gedung tinggi.

Hasan mengungkapkan, Kementerian Pekerjaan Umum belum tahu hingga kapan akan menunda proyek ini. Proyek ini akan ditinjau lebih lanjut setelah hasil kemajuan normalisasi Sungai Ciliwung dan juga sodetan.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1760651 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas