• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Usai Kebakaran, Kampung Pulo Diterjang Banjir

Rabu, 8 Mei 2013 11:44 WIB
Usai Kebakaran, Kampung Pulo Diterjang Banjir
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Posko kebakaran Kampung Pulo kebanjiran 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah dilanda kebakaran, ratusan warga Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, sejak Rabu (8/5/2013) dinihari menghadapi bencana banjir kiriman yang merendam wilayah mereka.

Ratusan pengungsi kebakaran di posko pengungsian terpaksa harus pindah lantaran dua tenda Posko Pengungsian yang berada di RT 11/02 dan RT 13/03 sudah terendam banjir setinggi sekitar 50 cm.

Warga yang sudah tidak memiliki rumah ini kemudian mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman dari banjir.

"Semalam waktu ada informasi ketinggian air di pintu Katulampa 150 cm, terus turun jadi 110 cm, saya sudah minta ke warga untuk pindah dari posko pengungsian. Ada yang ngungsi ke Mushala Al-Ikhlas, ada yang ke rumah-rumah kerabat, atau ke tetangga. Rumah saya juga jadi salah satu tempat pengungsian sementara," kata Abdul Malik (34), salah seorang pengurus RW 02 yang ditemui Warta Kota, Rabu (8/5/2013) pagi.

Dalam kebakaran yang terjadi pada Minggu (5/5/2013) itu, tercatat terdapat 513 warga atau 131 keluarga yang kehilangan tempat tinggal. Ratusan warga ini menghuni 86 bangunan yang berada di RT 11 dan 13 RW 02, serta RT 14 dan 15 RW 03.

Seorang warga RT 15/03 yang rumahnya turut menjadi korban kebakaran, Susilawati (33) bersama ketiga anaknya terpaksa pindah dari Posko Pengungsian di RT 11/02, ke rumah tetangganya di RT 14/02. Dia mengaku pasrah dengan kondisi yang dialaminya saat ini.

"Dari tadi malam memang sudah disuruh pindah, soalnya bakal ada air yang masuk," katanya.

Sejauh ini, Susi mengaku tidak kekurangan konsumsi. Meski demikian, dirinya bersama warga korban kebakaran lain berharap adanya bantuan bahan bangunan untuk membangun kembali rumah mereka yang ludes.

Hal itu lantaran dia memprediksi program normalisasi Kali Ciliwung yang dicanangkan pemerintah belum akan direalisasikan dalam waktu dekat. Setidaknya, Susi mengatakan ada tempat berteduh bagi dirinya dan keluarga.

"Pengennya bangun lagi rumahnya. Bawahnya dulu saja tidak mungkin langsung tingkat tiga seperti kemarin, setidaknya bisa untuk tidur. Penggusurannya juga kan masih lama," katanya.

Berdasar data dari Kecamatan Jatinegara, terdapat 952 kepala keluarga atau 2.620 warga yang menjadi korban banjir dengan ketinggian antara 30 hingga 120 cm. Ribuan warga ini tinggal di 36 RT yang ada di tujuh RW dari delapan RW yang ada di Kelurahan Kampung Melayu. Hanya RW 06 yang tidak terendam banjir.

Lurah Kampung Melayu, Bambang Pangestu mengatakan, pihaknya sudah membuka Posko Pengungsi di Kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, namun tak banyak warga yang mau mengungsi di sana. Untuk itu, pihaknya juga menyediakan Mushola Al-Ikhlas, Mushola Al-Awabin yang berada di RT 16/03 dan Masjid At-Tawabiin di RT 11/03 sebagai tempat pengungsian sementara.

"Untuk banjir sekarang ini, belum ada yang mengungsi. Pengungsi merupakan korban kebakaran kemarin, dan kami sudah menyediakan konsumsi berupa bubur kacang ijo dari PMI," kata Bambang.

Dikatakan Bambang, untuk korban kebakaran selain terus menyediakan konsumsi, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan berupa terpal berukuran 5X3 meter dan kasur sebanyak 90 buah.

Editor: Willy Widianto
Sumber: Warta Kota
0 KOMENTAR
1760771 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas