• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribun Jakarta

Tukang Kopi Keliling Digaruk Satpol PP di Balai Kota

Selasa, 14 Mei 2013 11:07 WIB
Tukang Kopi Keliling Digaruk Satpol PP di Balai Kota
WARTA KOTA/ANGGA BN
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengatur lalu lintas di Kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (3/1/2013).

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga sepeda milik tukang kopi keliling di sekitar Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, ditertibkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Selasa (14/5/2013).

Ini dilakukan dalam rangka Operasi Praja Wibawa 2013 yang dilakukan Satpol PP, 14 Mei-24 Juni 2013.

M Harif (20), pedagang kopi, mengaku kaget barang dagangannya langsung diamankan Satpol PP, menggunakan truk. Padahal, setiap hari ia hanya diberi teguran untuk tidak berjualan di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Saya sudah dua tahun berjualan. Tadi jam 08.00 WIB sepeda sama barang dagangan saya langsung diambil sama Satpol PP," kata Harif kepada wartawan, seusai barang dagangannya diambil Satpol PP.

Harif menjelaskan, tadi pagi ia hanya mutar-mutar di sekitar Gedung Balai Kota. Setelah ada pembeli yang membeli barang, dia langsung mengantarkan dagangannya. Kemudian, barang serta sepedanya langsung diambil Satpol PP.

"Tadinya mau mutar-mutar sini. Dibilangnya enggak boleh nongkrong di sini, terus diambil deh. Pasti susah (ngambil barangnya kembali)," ucapnya.

Sedangkan Abdul (43) mengaku ikut terjaring dalam Operasi Praja Wibawa 2013. Padahal, dia tidak mangkal di lokasi tersebut, tapi tetap diamankan Satpol PP.

"Padahal saya enggak mangkal di sini. Kan saya jalan-jalan sekitar sini. Kecuali mangkal, baru deh boleh," ucap Abdul.

Abdul mengaku berdagang sebagai penjual kopi keliling sejak tiga tahun lalu. Namun, ia jarang sekali terjaring operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso mengungkapkan, Operasi Praja Wibawa 2013 dilakukan dalam rangka menertibkan masalah sosial di Jakarta. Ini merupakan instruksi Kukuh kepada seluruh jajarannya, hingga tingkat kelurahan.

"Operasi ini untuk penyandang masalah kesejahteraan sosial, joki 3 in 1, pembersihan corat-coret di fasilitas sosial dan fasilitas umum, serta penertiban spanduk tanpa izin," jelas Kukuh saat dihubungi wartawan.

Kukuh menjelaskan, Operasi Praja Wibawa 2013 digelar pada 14 Mei hingga 24 Juni. Ini berlaku pada pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Kukuh menambahkan, pengembalian barang yang ditertibkan tergantung dari berapa kali pedagang itu ditertibkan. Namun, dia tetap melakukan cara persuasif dalam menertibkan para pedagang.

"Tergantung, kalau misalnya sudah beberapa kali ketangkap, kami tarik ulur. Kalau baru ketangkap ya kami kembalikan. Tergantung tingkat kesalahan," terangnya. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1782011 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas