• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Jakarta

Melawan Saat Ditertibkan, Pedagang di Jatinegara Dipukul Satpol PP

Kamis, 16 Mei 2013 23:03 WIB
Melawan Saat Ditertibkan, Pedagang di Jatinegara Dipukul Satpol PP
TRIBUNNEWS/Wahyu AJI
Akibat melawan saat ditertiban Satuan Polisi Pamong Praja di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, seorang pedagang kaki lima yang mendapatkan 10 jahitan dikepalanya melapor ke Mapolres Jakarta Timur, Kamis (16/5/2013). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akibat melawan saat ditertiban Satuan Polisi Pamong Praja di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jatinegara Kaum, Jakarta Timur, seorang pedagang kaki lima yang mendapatkan 10 jahitan di kepalanya melapor ke Mapolres Jakarta Timur, Kamis (16/5/2013).

Pedagang yang menjadi korban Rahardi Wibowo (30) menuturkan, dirinya menjadi bulan-bulanan anggota pemprov tersebut saat sedang berjualan stiker di tempat kejadian.

"Tiba-tiba ada razia penertiban, korban dipaksa memasukan dagangan ke dalam mobil Sat Pol PP. Terjadilah tarik-tarikan," kata Kasubbag Humas Polres Jakarta Timur, Kompol Didik Haryadi berdasarkan keterangan korban.

Berdasarkan keterangan Rahardi di Sentra Pelayanan Kepolisian Polres Jakarta Timur, dirinya sudah mengetahui larangan berjualan di emperan jalan tersebut, namun ia tetap berdagang hingga dijaring Satpol PP. Rahardi yang geram sempat melempari mobil Satpol PP dengan batu hingga kaca depannya retak. Setelah itu, Rahardi lari dan tiba-tiba tidak sadarkan diri.

"Adik saya lihat saya dilempar batu sebesar bola tenis, kena kepala bagian belakang. Saya tidak tahu karena saya lagi lari ke arah rel kereta api. Saya pingsan, bangun-bangun udah di mobil Satpol PP," katanya.

Menurutnya, bersama sepuluh orang temannya, ia dibawa ke kantor Wali Kota Jakarta Timur. Tak puas, bogem mentah oknum Satpol PP kembali membabi-buta dirasakannya. Setelah dilepaskan, Rahardi mengunjungi RS Jayakarta untuk melakukan visum dan melaporkan kejadian yang ia alami ke Mapolres Jakarta Timur.

"Mungkin karena dia nafsu sama saya, saya dipukul lagi. Setelah diintrogasi berapa lama dagang, saya dipukuli lagi. Dan akhirnya bonyok, dibagian rahang kanan, kepala, pelipis, kuping kanan," katanya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Willy Widianto
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas