Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jakarta

Warga Waduk Pluit Kecewa Dibilang Tak Tahu Diri

Kamis, 16 Mei 2013 15:33 WIB

Warga Waduk Pluit Kecewa Dibilang Tak Tahu Diri
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Alat berat sedang melakukan pengerukan di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (15/5/2013). Sejumlah warga menolak surat perintah penggusuran rumah di Garuda Mas, Waduk Pluit. Warga meminta pemerintah mengadakan dialog bersama mereka. (Warta Kota/angga bhagya nugraha) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Puluhan warga Waduk Pluit, Kecamatan Muara Baru, Jakarta Utara kini berkumpul di Komnas HAM menunggu kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang dipanggil oleh Komisioner untuk mengklarifikasi laporan warga soal pelanggaran HAM saat berupaya relokasi warga.

Sembari menunggu, warga Waduk Pluit banyak bercerita tentang kekecewaannya terhadap sikap Pemprov DKI Jakarta, terutama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, yang menurut mereka tidak pantas atas statemennya soal 'komunis' dan 'warga miskin tak tahu diri'.

"Kami tidak terima dibilang miskin tidak tahu diri," ujar Midun, seorang Warga waduk Pluit yang berorasi di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2013).

Midun mengatakan, arogansi Basuki atau akrab disapa Ahok ini terlalu berlebihan. Ia menyatakan program atasi banjir yang dijalankan Pemprov DKI cukup baik, namun bukan dengan cara demikian.

"Ingin atasi banjir, tapi menenggelamkan masyarakat Muara Baru," kata Midun.

Hingga pukul 15.00 WIB, sosok Joko Widodo tak kunjung datang ke Komnas HAM. Rupanya, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini memilih hadir ke Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat untuk mengisi Seminar Menuju Jakarta Baru.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas