• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Jakarta

Operasi Balap Liar, Polres Kota Depok Tangkap 66 Orang

Senin, 20 Mei 2013 14:36 WIB
Operasi Balap Liar, Polres Kota Depok Tangkap 66 Orang
SERAMBI Banda Aceh/M ANSHAR
Para penonton dan pembalap liar yang ditangkap aparat gabungan TNI/Polri dan Satpol PP di kawasan jalan menuju pelabuhan Ulee Lheue, mendorong sepeda motor mereka untuk diamankan di Polresta Banda Aceh, Rabu (24/8/2011). (SERAMBI/M ANSHAR)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - 6 orang ditahan dan 60 orang lainnya mendapatkan pembinaan setelah terjaring Operasi Cipta Kondisi yang digelar jajaran anggota Kepolisian Resor Kota Depok, Sabtu (18/5/2013) malam.

"Operasi ini dalam rangka menciptakan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan sasaran premanisme dan balap liar," ujar Kabagops Polres Kota Depok, Senin (20/5/2013).

Menurut Suratno salah satu yang menjadi sasaran adalah aktivitas balap liar yang telah meresahkan masyarakat serta mengganggu pengguna jalan lainnya. Kegiatan balap liar ini juga ia sebut sebagai sebuah kegiatan yang tidak hanya membahayakan yang bersangkutan tetapi juga membahayakan orang lain, karena itu pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada mereka.

Suratno menambahkan pihaknya kemudian menahan 6 orang dari 66 orang yang terjaring dalam operasi tersebut, karena mereka memenuhi unsur pidana.

"Ada yang membawa ganja, sajam (senjata tajam), ada juga yang terlibat percobaan pencurian," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno sudah memerintahkan anggota baik di jajaran Polres maupun Polsek untuk menindak tegas aksi balapan liar.

"Ada perintah langsung dari Kapolda Metro untuk segera menindak para pelaku balap liar yang cukup meresahkan," ucap Wakil Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo Purnomo, Minggu (19/5/2013).

Sambodo juga mengaku pihaknya sudah menginventarisir lokasi yang kerap dijadikan ajang balap liar diseluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Bahkan pihaknya juga memiliki tim yang bertugas untuk menindak para pelaku balapan liar.

Dalam melakukan penindakan, pihaknya akan memberikan tindakan keras yang tidak hanya penilangan tapi juga menahan sepeda motor pelaku.

"Kalau perlu sepeda motornya dikandangkan, ditahan. Apalagi kalau mereka terbukti melakukan tindak kriminal, pelakunya juga ditahan," tegas Sambodo.

Menurut Sambodo menahan kendaraan merupakan salah satu tindakan tegas yang diharapkan bisa memberi efek jera terhadap para pelaku. Pasalnya, selama ini pelaku hanya diberi tindakan berupa tilang. Dan setelah penilangan selesai, mereka kembali beraksi.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1806711 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas