Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jakarta

Nasabah Penipuan Investasi Emas Rugi Rp 2,4 Triliun

Selasa, 21 Mei 2013 17:24 WIB

Nasabah Penipuan Investasi Emas Rugi Rp 2,4 Triliun
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus penipuan dan penggelapan investasi emas yang merugikan banyak nasabah, kembali terjadi.

Dalam laporan bernomor LP 1643/VII/2031/PMJ/Ditreskrimum, beberapa nasabah melaporkan Direktur Utama PT Primaz, dengan dugaan melanggar pasal 378 tentang penipuan dan pasal 374 tentang penggelapan.

Angga Herlambang, kuasa hukum para nasabah mengatakan, nilai kerugian yang dialami nasabah diperkirakan mencapai Rp 2,4 triliun, dari total 1,9 ton emas batangan yang digelapkan.

"PT Primaz tidak menepati janji, karena mereka tidak membayarkan bonus serta memberikan emas yang merupakan hak para nasabah, sesuai perjanjian awal," ungkap Angga di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5/2013).

Dlam perjanjian awal, lanjutnya, para nasabah dijanjikan setiap bulan menerima bonus serta emas yang telah dinvestasikan, pada enam bulan setelah perjanjian investasi. Menurut Angga, iming-iming itulah yang membuat para nasabah tergiur untuk ikut bergabung.

Awalnya, PT Primaz menawarkan pada nasabah untuk membeli 1 gram emas seharga Rp 700 ribu. Nanti, setiap bulan nasabah dijanjikan mendapat bonus berupa diskon berkala sebesar 2,5 persen. Di bulan ke-6, nasabah akan mendapat pengembalian emas.

"Tapi, nyatanya beberapa bulan belakangan, apa yang dijanjikan itu macet. Setelah para nasabah sadar ditipu, direkturnya sulit dihubungi. Kantornya yang berlokasi di Jalan Suprapto, Kompleks Ruko Grosir Cempaka Mas Blok F 14, Jakarta Pusat, juga sudah tutup," ungkap Angga. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas