• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Jakarta

Polres Jaksel Bongkar Komplotan Pencurian Mobil

Selasa, 28 Mei 2013 21:25 WIB
Polres Jaksel Bongkar Komplotan Pencurian Mobil
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Para tersangka pencurian mobil yang ditangkap oleh Polda Metro 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap komplotan pencurian kendaraan bermotor (mobil) dan pertolongan jahat (penadahan) dengan barang bukti 9 (sembilan) unit mobil berbagai merek.

Kasubbag Humas Polres Jaksel Kompol Aswin dalam keterangan persnya kepada Tribunnews.com menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal saat Sat Reskrim melakukan cek TKP kasus curanmor di Cilandak, Jaksel, Jumat 19 April 2013.

"Sat Reskrim mendapat informasi dari masyarakat bahwa yang melakukan pencurian tersebut anggota dari kelompok Sdr. DOBOG, dkk (DPO / Residivis). Berdasarkan informasi tersebut petugas melaksanakan penyelidikan dan berhasil menangkap BK yang merupakan anggota kelompok DOBOG di Bantar Gebang, Bekasi," katanya, Selasa (28/5/2013).

Berdasarkan pemeriksaan terhadap BK diketahui bahwa hasil kejahatan curanmor mobil selalu dijual ke OJ alias Bos Bandung. OJ alias Bos Bandung berhasil ditangkap bersama AB dan YI di Tasikmalaya, Jabar. Beserta barang bukti 1 unit mobil Toyota Innova warna hitam tahun 2011.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap OJ, diketahui bahwa hasil kejahatan yang yang diperoleh dari kelompok DOBOG dijual kepada YS. Petugas selanjutnya mengamankan tersangka YS di daerah Bandung, Jabar serta mengamankan sebanyak 24 unit mobil hasil kejahatan.

Barang Bukti yang disita :
1. Toyota Avanza Warna Hitam 6 unit
2. Toyota Avanza Warna Silver 7 unit
3. Toyota Avanza Kuning 1 unit
4. Daihatsu Xenia Warna Hitam : 3 unit
5. Daihatsu Xenia Warna Silver 3 unit
6. Daihatsu Xenia Warna Putih 1 unit
7. Honda Civic Warna Putih 1 unit
8. Suzuki AVP Warna Kuning 1 unit
9. Toyota Innova Warna Hitam 1 unit

"Para tersangka dikenakan pasal 480 dan 481 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 dan 7 tahun penjara," lanjutnya.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1841071 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas