• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Jakarta

Surat Pembaca Berujung Denda Rp 1 Miliar

Jumat, 31 Mei 2013 04:05 WIB
Surat Pembaca Berujung Denda Rp 1 Miliar
WARTA KOTA/Mohamad Yusuf
Khoe Seng Seng (48), pedagang di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara yang dihukum Rp 1 miliar oleh Mahkamah Agung karena pencemaran nama baik. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Khoe Seng Seng (48), pedagang di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara yang dihukum Rp 1 miliar oleh Mahkamah Agung karena pencemaran nama baik, Kamis (30/5/2013) pagi melakukan mediasi.

Mediasi dilakukan dengan PT Duta Pertiwi (Sinar Mas Group) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Baru Ancol Selatan, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Hari ini (kemarin) saya lakukan mediasi, atas hukuman Rp 1 miliar. Mudah-mudahan bisa menghasilkan keputusan yang baik," kata Khoe Seng Seng alias Aseng, saat ditemui Wartakotalive.com (Tribunnews.com Network), di Pengadilan Negeri Jakara Utara, Kamis (30/5/2013) pagi.

Pagi itu, Aseng mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Ia terlihat membawa beberapa berkas. Aseng ditemani kawannya, Suwandi.

Ia juga didampingi Haris Azhar, Kordinator Kontras. Mereka masuk ke ruang Ketua Pengadilan Negeri Jakara Utara Siswandriyono, di lantai 2.

Kasus Aseng berawal dari tulisannya di Surat Pembaca Kompas dan Suara Pembaruan, 2006 silam. Surat tersebut berisi keluhan status tanah yang dibelinya, yaitu Ruko di ITC Mangga Dua, yang disebut sebagai hak guna bangunan (HGB), tapi ternyata hanya diakui hak pengelolaan lahan (HPL) oleh Pemprov DKI Jakarta.

Namun, pihak pengembang PT Duta Pertiwi (Sinar Mas Group), melaporkannya ke polisi atas pencemaran nama baik. Akhirnya, kasus tersebut sampai di Mahkamah Agung, yang memutuskan Aseng dikenakan hukuman dengan membayar denda Rp 1 miliar. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
7 KOMENTAR
1850162 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • tri mirza-Sabtu, 1 Juni 2013 Laporkan
    GUA PRIBUMI, TAPI NGELIAT SODARA QU KOH SENG DIPERLAKUKAN TIDAK ADIL GITU, GUA GA TERIMA. KONYOL ITU MA KALO GA BISA ADIL. ITU HAKIM PASTI GADUNGAN..
  • revenge-Sabtu, 1 Juni 2013 Laporkan
    Indonesia sejahtera dengan http://juditogelonline.blogspot.com dan nikmati keuntungannya berupa diskon pembelian hingga 65%
  • bhima79-Jumat, 31 Mei 2013 Laporkan
    halah... Tu udah crita lama. Yg berduit dah pasti yg menang. Dasar hukum kampret. Statusnya aja hukum. Tp knyataanya impoten. Knapa sodara MA? Mo nuntut ane atas pencemaran nama baik? Kenyataannya hukum dah cemar kok. Pa lagi pada kasus spti ini.
  • Sandal Jepit-Jumat, 31 Mei 2013 Laporkan
    Mahkamah Agung, kenyataanya Tidak Agung.
  • Andia-Jumat, 31 Mei 2013 Laporkan
    Tenang aja koh, kita siap2 nih ngumpulin koin lagi
  • tee qyu-Jumat, 31 Mei 2013 Laporkan
    MA konyol....... Indonesia : yang berduit yang kuasa
  • metta karuna-Jumat, 31 Mei 2013 Laporkan
    selmat berjuang, koh
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas